Penganiayaan Hingga Tewas di Lebong Gajah Palembang Ternyata Dilatarbelakangi Dendam

Kapolsek Sako Palembang AKP Evial Kalza saat press realese penangkapan pelaku pembunuhan yang terjadi di Jalan Perintis, Kelurahan Lebong Gajah, Perumnas Sako, Palembang, Senin (20/12/2021).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Motif penganiayaan hingga menewaskan EH (36) di Jalan Perintis, Kelurahan Lebong Gajah, Perumnas Sako, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang viral di sosial media, akhirnya terkuak.

Read More

Pelaku penganiyaaan bernama Suhardi (33) nekat menikam teman lamanya EH hingga tewas dan terekam kamera pengawas yang terpasang di depan rumah, ternata dilatarbelakangi dendam lama.

“Dulu aku dituduh mencuri handphone dia. Iya kami saling kenal tapi aku sudah lama juga dak berteguran dengan korban, karena aku jarang keluar rumah,” ungkap Suhardi yang tinggal di Jalan Perintis, Lorong Siaran, Lebong Gajah Sako Palembang.

Difitnah telah mencuri handphone pada lima tahun lalu, membuat pelaku begitu dendam terhadap korban, sampailah keduanya berpapasan saat hendak ke Pasar Perumnas Sako.

Sebelum berani untuk menikam korban, keduanya sempat cekcok mulur, hingga berkelahi. Pelaku yang tubuhnya berperawakan lebih kecil daripada korban, membuat Suhardi terjatuh.

“Kebetulan malam itu berpapasan waktu mau ke pasar, nah di situ kami bersenggolan terus terjadi perkelahian,” ungkapnya

Merasa dendamnya belum terbalaskan, Suhardi kembali ke rumahnya yang tak jauh dari TKP mengambil sebilah pisau, dan kembali keluar menemui korban dengan tanpa pikir panjang Suhardi langsung menusukkan pisau ke tubuh korban sebanyak empat kali.

Setelah menusuk korban, pada bagian dada kanan, dada kiri, perut, telinga kiri, dan merobek tangan kiri. Bahkan sabetan pisau pelaku membuat putus jari kelingking kiri korban.

Tangkapan layar video penganiayaan yang viral di Perumnas Palembang.

Melihat seterunya terkapar berlumuran darah, Suhardi langsung meninggalkan korban dan melarikan diri bersembunyi dari kejaran polisi.

“Karena aku kalah jadi aku pulang ke rumah ambil pisau terus temui korban lagi dan langsung kutusuk,” ungkap pelaku.

Dalam kondisi bersimbah darah korban dilarikan oleh keluarga menuju Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH) Palembang.

Namun takdir berkata lain. Nyawa korban tidak terselamatkan saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Sudah dari situ, aku langsung pergi tinggalkan korban dengan masih membawa pisau, aku baru tau korban meninggal dikabari oleh keluarga,”ungkapnya

Sementara itu, Kapolsek Sako Palembang AKP Evial Kalza mengatakan, kurang dari 1X24 jam pelaku berhasil diamankan saat hendak melarikan diri keluar kota.

“Akhirnya kita berhasil mengungkap kasus 351 KUHP, yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku sempat melarikan diri, namun tim kita melakukan pencarian hingga berpencar, sampai esoknya sekitar pukul 16.00 WIB pelaku berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah pisau dengan panjang 25 sentimeter yang digunakan untuk menikam korban, serta juga pakaian yang dikenakan korban pada saat kejadian.

“Untuk saat ini pasal yang kita kenakan yakni pasal 351 KUHP ayat tiga tentang penganiayaan hingg korban meninggal dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.