Pengamen Tewas Ditikam, Masyarakat di Seputaran BKB Palembang Geger

Jasad Zunaidi alias Boy yang tewas ditikam dibawa petugas ke RS Bhayangkara Palembang, Minggu (11/10/2020).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat yang berada di seputaran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak geger.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, seorang pengamen yang biasa mangkal di lokasi kejadian bernama Zunaidi alias Boy (35), warga Simpang Sungki, Kecamatan Kertapati Palembang, ditemukan tewas dengan darah sudah mengering di tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di bawah Jembatan Ampera, Minggu (11/10/2020), sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat ditemukan, korban mengalami luka tikaman di bagian perut. Diperkirakan korban dihabisi seterunya dinihari tadi.

Jasad korban sendiri sudah dibawa petugas Polrestabes Palembang ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk kepentingan visum.

Budi saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, jika korban sering mengamen di seputaran BKB dan bawah Jembatan Ampera.

Menurut Budi, peristiwa penusukan yang dialami korban terjadi dinihari tadi.

Jasad Zunaidi alias Boy yang tewas ditikam dibawa petugas ke RS Bhayangkara Palembang, Minggu (11/10/2020).

“Kalau dak salah kejadiannyo semalem Kak di BKB. Ditujah dan meninggal. Kalau kronologinyo kito belum tau pasti yang jelas mayatnya sudah dibawa ke Bhayangkara,” ujar Budi kepada Sumselupdate.com.

Sementara itu, petugas kamar mayat RS Bhayangkara Palembang, Adi membenarkan ada mayat seorang pria yang mengalami luka tusuk di bagian perut.

Sementara itu, sore ini pihak keluarga sudah melihat jasad korban di RS Bhayangkara Palembang usai dihubungi pihak kepolisian.

“Aku baru dapet kabar siang tadi. Emang dio tinggal sama ayah tirinyo di Kertapati di Simpang Sungki tuh. Aku kurang tau kejadiannya seperti apo,” jelas Sisil, keluarga korban.

Sisil mengatakan, korban Zunaidi merupakan kakak pertamanya. Rencananya jasad korban akan dibawa ke rumah duka dan akan dikebumikan di TPU setempat. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.