Pengakuan Pelaku Pembunuhan Sadis di Muratara: Saya Duluan yang Membacok, Baru Alex

Kedua pelaku pembunuhan saat diamankan.

Laporan: Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com Perkembangan terbaru kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan.

Bacaan Lainnya

Ternyata pelaku Harun Sohar (55), warga Desa Jadi Mulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara mengaku yang pertama kali membacok leher dan paha korban Ardeni alias Deni (51).

Kemudian sabetan senjata tajam Harun Sohar, ditimpali oleh anak tersangka bernama Alex Sander (26) yang ikut membacok leher korban di bagian belakang hingga korban yang berstatus adik kandung Harun Sohar  tewas di lokasi kejadian dengan leher nyaris putus.

Hal ini dikatakan kedua tersangka di depan penyidik Polres Muratara, Senin (18/1/2021).

Menurut pengakuan tersangka Harun Sohar pembunuhan terjadi saat dia bertemu dan berbicar dengan korban. Saat itu Haru Sohar meminta dengan korban kalau  kayu yang sudah digesek (gergaji) tersebut dibagi dua saja.

“Saat diomongi korban marah-marah. Kalu biso kayu itu berbagi bae (Kalau bisa, kayu itu dibagi saja-red),” kata pelaku kepada korban.

Akan tetapi korban langsung marah dan berkata, “Nak belago payo (Mau berkelahi jadi)”.

Tak hanya di situ, korban langsung mengeluarkan nada ancaman mau memukul. Karena emosi melihat korban mau memukul, menurut Harun Sohar, dirinya langsung melayangkan parang ke bagian leher bagian kiri adik kandungnya itu.

Daripado aku dibunuh dio duluan,” kata tersangka.

Setelah membacok leher, korban langsung terduduk. Melihat adinya tak berdaya, membuat Harun Sohar kian kalap. Dia kembali membacok paha korban sebanyak dua kali.

“Setelah itu barulah Alex Sander membacok leher korban di bagian belakang,” ucapnya.

Sementara itu tersangka Alex Sander mengaku membacok korban cuma satu kali di bagian leher belakang. Pembacokan terjadi setelah mendengar bapak dengan korban ribut.

“Mendengar bapaknya dengan korban ribut, ia repleks membacok leher korban di bagian belakang,” jelasnya.

Namun yang pertama kali membacok korban adalah bapaknya yakni Harun Sohar. Setelah itu mereka pulang ke rumah.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto, SIK, melalui Kasat Reskrime, AKP Dedi Rahmad Hidayat, mengatakan, korban Ardeni dibunuh oleh kakak kandungnya yakni Harun Sohar dan Alex Sander.

Pembunuhan terjadi setelah tersangka pergi ke kebun melihat kayu sudah ditebang.

Kedua tersangka, kata Kasat, menduga pelaku penebangan kayu adalah korban lantaran dipicu pembagian harta warisan.

Kemudian kedua tersangka mencari korban. Saat ditemukan korban ada di pondok tempat tinggalnya.

Terjadilah cekcok antara keduanya. Menurut pengakuan tersangka, pembacokan terjadi ketika tersangka melihat korban akan memukul tersangka.

Karena tersangka sudah emosi langsung bacokan parang ke arah leher korban. Kemudian tersangka Alex Sander membacok satu kali.

“Kedua tersangka dikenakan pasal 338 jo pasal 340 dengan ancaman 20 tahun penjara,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui pembunuhan terjadi Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 15.00 Wib. Bermula dari pelaku Harun Sohar dan Alex Sander dari rumah menuju kebun untuk membersihkan rumput dan menebang pohon.

Sesampainya di kebun yang terletak di Desa Jadi Mulya, Harun Sohar dan Alex Sander melihat di kebun tersebut pohon-pohon yang dirawat, sebagian sudah ditebang sebagian.

Harun Sohar dan Alex Sander menduga yang melakukan penebangan pohon tersebut korban (Ardeni). Karena korbanlah yang sering menebang pohon yang dirawat di kebun tersebut.

Kemudian Harun Sohar dan Alex Sander , berkeliling di kebun sembari menebas rerumputan sembari mencari korban. Namun korban tidak ditemukan.

Saat pulang kerumah Harun Sohar dan Alex Sander melihat korban berada di pondok dekat kebun. Kemudian terjadilah cekcok adu mulut antara Harun Sohar dengan korban.

Karena kesal dan emosi Harun Sohar langsung membacok korban leher kiri sebanyak satu kali dan kaki betis sebelah kiri sebanyak satu kali menggunakan parang. Kemudian Alex Sander langsung ikut membacok korban bagian leher belakang sebanyak satu kali. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.