Penemuan Mayat Perempuan dengan Leher Nyaris Putus Gegerkan Warga Pemulutan Ogan Ilir

Petugas Urinafis dan Reskrim Polres Ogan Ilir melakukan indentifikasi dan melakukan olah TKP di sekitar penemuan mayat perempuan di Dusun II, Desa Sri Banding, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (17/9/2021).

Laporan: Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com – Masyarakat di Dusun II, Desa Sri Banding, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak geger.

Read More

Ini menyusul ditemukannya sesosok mayat perempuan dengan kondisi leher nyaris putus akibat luka sayatan dari benda tajam, Jumat (17/9/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.

Belakangan diketahui perempuan malang itu bernama Tarbiyah (52), warga Dusun II, Desa Sri Banding, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir.

Selama ini diketahui jika Tarbiyah sejak usia 23 tahun mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Ogan Ilir melalui Kanit Pidum Polres Ogan Ilir, Ipda Harri Putra Makmur, STrk mengatakan, Tarbiyah diduga kuat korban pembunuhan setelah melihat luka yang dialaminya.

Menurut Kanit, mayat Tarbiyah pertama kali ditemukan oleh Zahari (55), warga Dusun II, Desa Sri Banding, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir.

Di mana Zahari sekitar pukul 05.30 WIB tengah pulang dari shalat subuh. Namun di tengah perjalanannya, dia melihat satu sendal jepit di jalan.

Kemudian Zahari menendang sendal jepit tersebut ke pinggir jalan. Sejurus kemudian, mata Zahari justru tertuju dengan sesosok mayat.

Mengetahui hal tersebut, kemudian Zahari memangil rekannya Ansor dan Agus untuk melihat kondisi mayat itu.

Tak lama kemudian, ketiganya melaporkan peristiwa penemuan mayat itu kepada Kades Sri Banding.

Mendapat laporan tersebut, sang kades melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ogan Ilir.

Atas laporan dari Kades Sri Banding, kemudian Ipda Harri Putra Makmur bersama dengan petugas Piket Reskrim dan Urinafis Polres Ogan Ilir langsung menuju TKP.

Sesampai di sana, aparat melakukan olah TKP dan mencari saksi-saksi. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang untuk kepentingan autopsi.

Dikatakan Kanit, dari keterangan sejumlah saksi jika korban mengalami gangguan kejiwaan.

“Korban sering keluar rumah sekitaran pukul 02.00 WIB menuju jalan Desa Sri Banding. Kebiasaan korban sering mengambil jemuran warga sekitar,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.