Penanganan Pasca Banjir Yang Diduga Dampak Longsoran Disposal PTBA Belum Kelar

Sekretaris DPC GPAB Kabupaten Muaraenim, M. Nofah Hermanto (kanan) /Foto: Facebook

Muaraenim, sumselupdate.com – Penanganan pasca banjir yang dialami warga Rt 14 Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim pada awal Mei 2020 belum kelar. Belum semua warga korban yang diduga akibat longsornya tanah timbunan bekas tambang (disposal) milik PT Bukit Asam itu mau menerima tawaran relokasi pihak perusahaan.

Menurut Ketua DPC Generasi Penerus Anak Bangsa (GPAB) Kabupaten Muaraenim Ujang Toni, melalui sekretarisnya M. Nofah Hermanto, masih adanya penolakan relokasi itu disebabkan ganti rugi yang ditawarkan oleh pihak PT Bukit Asam (PTBA) dinilai terlalu rendah.

Read More

“Untuk masyarakat yang belum bersedia menerima ganti rugi dari pihak Bukit Asam, karena terlalu rendah menurut masyarakat”, ujar Nofah, Selasa (21/7/2020).

Pasca kejadian banjir, pihaknya mengaku telah mengadukan dugaan kelalaian tambang dan dugaan penutupan anak Sungai Kaihan  ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel. Bahkan ia membenarkan beberapa hari lalu tim DLHP telah turun ke lapangan terkait surat aduannya. Sayangnya, apa hasilnya belum diketahui.

“Belum tahu apa kabar terakhirnya, katanya dia (DLHP) masih memprosesnya”, tuturnya.

Dari pantauan GPAB, sejauh ini memang telah ada upaya perbaikan dari pihak PTBA. Saat ini untuk RT 14 selalu diperbaiki tapi tetap longsor. Karena itu, akhirnya masyarakat direlokasi sesuai permintaan warga. Namun, belum semua warga menerima relokasi tersebut dengan alasan masih rendahnya ganti rugi.

Selain persoalan ganti rugi yang belum selesai, GPAB juga masih mempertanyakan apakah dugaan penutupan anak Sungai Kiahan di Desa Darmo sudah mendapat izin. Untuk diketahui, anak Sungai Kiahan merupakan muara dari anak Sungai Mbiung dan anak Sungai Mbemban.

“Ini menyangkut masalah dampak lingkungan yang dialami oleh kebun masyarakat Desa Darmo. Ini juga dapat laporan dari masyarakat Darmo, karena kebun mereka terdampak”, terangnya.

Terpisah, Manajer Humas PTBA Iko Gusman membenarkan adanya tim DLHP Sumsel yang telah survei ke lapangan.

“Iya benar. DLH Propinsi Sumsel ke lapangan tanggal 6 – 10 Juli 2020”, ujar Iko Gusman yang dihubungi melalui aplikasi WhatApps (WA).

Namun ketika dikonfirmasi bagaimana hasil dari pemeriksaan lapangan tersebut dan sejauhmana upaya perbaikan dari pihak PTBA terkait masalah disposal itu, belum ada jawaban hingga berita ini diturunkan. Begitu juga ketika ditanya tentang informasi ada beberapa warga yang belum mau untuk direlokasi karena ganti rugi dianggap terlalu kecil, belum ada tanggapannya.

Seperti diketahui, pada awal Mei 2020 warga Desa Tegal Rejo, RT 14, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim dilanda banjir diduga akibat longsornya tanah timbunan bekas tambang (disposal) milik PTBA ke sungai sehingga airnya meluap ke rumah warga.

Menurut warga, saat itu banjir sudah berlangsung selama sepekan. Banjir ini merupakan yang ketiga kalinya bahkan yang terparah karena air sampai masuk ke rumah warga.

Plt Bupati H. Juarsah, SH. tinjau lokasi banjir di Desa Tegal Rejo RT 14, Lawang Kidul, Selasa 5 Mei 2020 (foto:humaspro.muaraenimmkab.go.id)

 

Banjir yang melanda 30 keluarga ini  tak pelak menyita perhatian Plt Bupati Muara Enim H. Juarsah, SH untuk meninjau lokasi banjir, Selasa (5/5/2020). Dalam arahannya, dia meminta perusahaan terkait, khususnya PTBA, untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan karena longsornya tanah galian ini mengakibatkan air masuk ke rumah warga,” tegas Juarsah.

Lalu orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini pun meminta pihak perusahaan segera menjauhkan disposal lebih jauh lagi.

“Minimal sepadan sungai 50 -100 meter, demi menjaga aliran sungai ini,” terangnya.

Dia pun meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab kepada masyarakat terkena dampak banjir baik secara sosial, moral, dan yang lainnya. (azw/shn)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.