Penahan Irigasi Sering Roboh, Puluhan Hektar Sawah Kekeringan, Warga Jambat Balo Pagaralam Kebingungan

Sabtu, 19 Desember 2020
Salah seorang warga Desa Jambat Balo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel memperbaiki penahan sungai kecil yang menjadi sumber air puluhan hektar sawah milik masyarakat.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Masyarakat yang tinggal di Desa Jambat Balo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, saat ini tengah dilanda kebingungan.

Read More

Pasalnya, puluhan hektar sawah milik masyarakat setempat di kawasan Desa Jambat Balo, saat ini tidak mendapat suplai air.

Pemicunya sungai kecil yang menjadi sumber air yang biasa digunakan warga, saat ini penahanya roboh. Akibatnya air tidak sampai ke lahan persawahan serta kolam ikan warga.

Warga bukannya tidak ada upaya melakukan proses perbaikan. Dengan cara swadaya dan gotong royong, masyarakat setempat sudah melakukan perbaikan agar air bisa mengalir meskipun skalanya kecil.

Namun perbaikan yang sudah dilakukan perbaikan berkali-kali, namun robohnya penahan irigasi tersebut tetap saja terjadi.

Salah seorang warga Desa Jambat Balo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel memperbaiki penahan sungai kecil yang menjadi sumber air puluhan hektar sawah milik masyarakat.

Tajok (55), salah seorang membenarkan jika saat ini penahan sungai kecil yang mengaliri puluhan hektar sawah warga Jambat Balo sedang roboh.

“Benar dek, irigasi yang mengaliri sawah kami roboh atau patah. Akibatnya puluhan hektar sawah dan kolam ikan kami terancam kekeringan,” ujarnya.

Menurut Tajok, ungai kecil yang menjadi sumber air sawah warga tersebut sudah sering sekali patah bahkan warga juga sudah sangat sering mengusulkan untuk dibangun secara permanen, namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti Pemkot Pagaralam.

“Warga sudah berkali-kali melakukan perbaikan saat penahan sungai kecil ini roboh. Selain itu, kita juga sudah pernah mengusulkan untuk dibangun secara permanen, sayangnya sampai saat ini belum juga ada tindaklanjutnya,” keluhnya.

Senada dikatakan, Andi warga yang sama. Menurut dia, dulu warga sudah pernah mendapat bantuan dari Walikota Pagaralam yaitu puluhan drum untuk menjadi penahan sungai kecil tersebut, namun apa daya penahan irigasi kembali roboh dan menutupi sungai.

“Sudah pernah dibantu Pemkot Pagaralam drum penampung air. Namun masih saja sering patah karena memang masih tanah dan belum dibangun. Kami harap pemerintah dapat segera membangun irigasi yang permanen agar sawah dan kolam ikan kami tidak kekeringan,” harapnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts