Pemudik Lewat Jalur PALI Terkendala Kurangnya Rambu Lalu Lintas

Minggu, 2 Juli 2017
Ilustrasi

PALI, Sumselupdate.com – Kebiasaan mudik saat hari raya Idul Fitri memang sudah menjadi budaya seluruh masyarakat negeri ini, dimana-mana jalanan dipadati pemudik untuk menuju kampung halamannya demi merayakan hari lebaran bersama keluarganya, begitupun saat arus balik.

Tak terkecuali di jalur Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), meski masih berusia empat tahun, namun Kabupaten ini yang letaknya di jantung Provinsi Sumatera Selatan ini menjadi favorit pemudik untuk melintasi wilayah Bumi Serepat Serasan untuk menuju Kabupaten Lahat, Musirawas, Lubuklinggau bahkan ke Provinsi lain seperti Padang serta Jambi.

Read More

Walaupun tidak sepadat di jalur mudik lainnya, namun puluhan kendaraan baik, roda empat maupun roda dua melintas melalui jalur Kabupaten PALI sejak arus mudik sebelum lebaran sampai arus balik saat ini.

Namun meskipun lancar, dari sejumlah masyarakat yang mudik dan beristirahat di posko mudik yang didirikan Pemkab PALI bekerjasama dengan Polsek Talang Ubi yang terletak di simpang lima Pendopo, mereka mengeluhkan kurangnya rambu-rambu lalulintas dan penunjuk arah, hingga tak sedikit pemudik yang tersesat.

“Kalau sekarang saat balik, kami sudah tahu arahnya pak, tetapi ketika kami pergi mudik,kami tersesat masuk ke hutan-hutan sebab tidak ada penunjuk jalan di setiap persimpangan. Kami hanya berpatokan di internet, namun terkadang ditengah jalan sinyalnya yang susah, membuat kami tersesat,” ujar Ruslan, salah satu pemudik asal Jakarta yang baru saja mudik dari Padang, Minggu (2/7/2017).

Ruslan berharap pemerintah menambah rambu-rambu lalulintas dan penunjuk jalan.

“Dibandingkan melalui jalur Muaraenim, kami butuh waktu enam sampai delapan jam hanya untuk menuju Lubuklinggau, tetapi lewat jalur ini hanya butuh tiga jam perjalanan. Kami pilih jalur ini tahu dari internet, karena sebagai jalur alternatif serta jalur pintas, hanya saja kurang rambu-rambu,” imbuhya.

“Kami berharap pemerintah bisa segera menambah penunjuk arah, sebab bukan kami saja yang pilih jalur ini,tapi warga lain juga banyak yang melintas, dan kami yakin tahun depan bisa lebih ramai lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes disampaikan Kanit Intelkam Iptu Andi membenarkan adanya keluhan dari sejumlah pemudik mengenai kurangnya rambu-rambu.

“Kita maklumi, Kabupaten ini masih baru dan biasanya juga jarang warga melintas untuk mudik melalui jalur ini.Namun sejumlah rambu-rambu sudah dipasang dibeberapa titik, mungkin karena banyaknya persimpangan menuju Kabupaten Musi Rawas, pemudik jadi bingung,ditambah sinyal lemah membuat pemudik tidak bisa mengakses jaringan internet penyebab banyak pemudik yang tersesat,” terang Andi.

Andi juga mengatakan bahwa pihaknya tak sedikit menyarankan kepada pemudik yang akan menuju Lahat, Musi Rawas atau Lubuklinggau​ untuk memutar arah agar melalui jalur Kabupaten Muaraenim. 

“Kami pertimbangkan keamanan serta apabila turun hujan ditengah jalan, pemudik bakal mengalami hambatan karena jalur tersebut belum diaspal,maka apabila ada yang istirahat di Posko dan bertanya tentang arah,maka kami sarankan untuk melalui jalur Muaraenim,apalagi pemudik baru kali ini melintas di jalur itu,” jelasnya.

Ditanya soal keamanan serta kejadian kecelakaan lalulintas selama arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini, Andi menjawab bahwa kecelakaan lalulintas tahun ini nol. “Alhamdulillah lakalantas nol persen.Kalau yang menyebabkan korban jiwa atau kecelakaan serius tidak ada, serta keamanan juga aman terkendali,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts