Palembang, Sumselupdate.com – Dalam rangka memantapkan segala persiapan pelaksanaan Bonn Challenge (tantangan Bonn) di Palembang pada 13-14 Februari mendatang,
Pemerintah Provinsi Sumsel menggelar rapat membahas kegiatan teknis bersama mitra terkait seperti APP, WRI, Belantara, ZSL, GIZ Biocline dan lainnya.
Rapat dipimpin langsung Plt Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa, hadir dalam kesempatan ini Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani, SKPD terkait serta perwakilan mitra terkait Bonn Challenge, di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Jumat (6/1/2017).
Kegiatan Bonn Challenge ini untuk melihat sejauh mana perkembangan pemulihan hutan dan lahan gambut yang ada di Sumsel. Konsep kemitraan pengelolaan bentang alam/ekoregion (KPE).
Upaya untuk menjalin kemitraan multi aktor P4 (public private people partnership) untuk mengelola berbagai aktifitas dalam suatu bentang alam, secara terpadu, lintas sektor (kehutanan, perkebunan, pertanian).
Serta lintas wilayah administratif (Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, Pulau/region) dalam kerangka green growth (protection dan production).
Tujuannya untuk melestarikan lingkungan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Joko Imam Sentosa mengatakan di Bonn Challenge ini akan ada dua kegiatan, yakni meeting di Griya Agung dan kunjungan lapangan di Kecamatan Sepucuk, Kabupaten OKI.
Pemprov Sumsel bersama mitra terkait akan mengemas kegiatan ini, sehingga berbeda dengan yang pernah diselenggarakan di beberapa negara sebelumnya. Sehingga akan memberikan kesan positif tersendiri.
Kepada seluruh panitia, Joko berharap agar selalu berkoordinasi bersama mitra terkait sehingga kegiatan Bonn Challenge berjalan dengan baik, lancar dan sesuai harapan.
“Gaung kegiatan ini harus dimulai sejak dini, baik melalui media online, media nasional maupun internasional, khususnya untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa akan dilaksanakan kegiatan Bonn Challenge di Sumsel,” ujar Joko.
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan peserta Bonn Challenge dari 30 negara diperkirakan ada sebanyak 81 delegasi. Jumlah ini lebih tinggi dibanding Bonn Challenge di Panama tahun lalu yang hanya 60 delegasi.
“Setelah rapat ini akan diadakan rapat bersama kembali di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta pada 12 Januari nanti,” terangnya. (ery )











