Pemprov Sumsel Lakukan Koordinasi Terkait Penyaluran Listrik LRT

Rabu, 27 April 2016
Area pembangunan LRT yang terus dikebut menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang, Rabu (27/4).

Palembang, Sumselupdate.com  –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan melakukan koordinasi terkait persiapan penyaluran listrik untuk Light Rail Transit (LRT) serta pelaksanaan Asian Games 2018  serta moto GP.

Kordinas penyaluran listrik tersebut dilakukan Pemprov Sumsel dengan melibatkan PLN, Dishub Sumsel, PT KAI, dan PT Waskita.

Khusus jalur LRT bersinggungan dengan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), yakni berada di depan Kantor Polresta Palembang Jakabaring.

Jalur LRT tersebut melintas di bawah kabel SUTT antara gardu induk Bungaran dan gardu induk Sungai Kedukan.

General Manager PT PLN (Persero) WS2JB, Budi Pangestu, Rabu (26/4) menjelaskan, pihaknya akan memberikan dua opsi atas persoalan LRT yang melintas di bawah jalur SUTT.

“Opsi pertama PLN akan meninggikan tower SUTT di atas 15 meter, sebab ketinggian jalur LRT termasuk dari dasar tanah diperkirakan setinggi 12,5 meter  Opsi  kedua pihaknya akan melakukan penanaman  kabel SUTT tersebut sehingga tak mengganggu LRT,” ujarnya.

Lebih lanjut pihaknya juga menyarankan agar stasiun LRT yang berada di dekat Polresta Palembang itu dapat digeser, sehingga pihaknya tak terlalu meninggikan kabel SUTT yang berada di atas LRT tersebut.

“Saya kira opsi ini nanti akan kita tetapkan dan nanti minta pertimbangan dari dinas perhubungan. Memang kalau dari bawah lebih indah estetikanya, tapi biayanya bisa lima sampai enam kali dibanding meninggikan,” tukasnya.

Sementara itu, Project Manager Dirjen Perkeretaapian, Jumardi mengatakan, progres proyek LRT telah berjalan lima hingga enam persen.

Sejauh ini menurutnya tidak ada kendala, namun adanya hal-hal kecil yang perlu cepat dikoordinasikan sejak awal sebelum pengoperasian LRT.

“Saya melihatnya bukan kendala, tapi hambatan kecil seperti halnya listrik yang harus dikoordinasikan sejak awal. Keperluan listrik untuk LRT sendiri membutuhkan kapasitas listrik sebesar 20 megawatt  untuk operasional,” urainya

Ditambahkannya, listrik dengan kapasitas 20 megawatt itu akan didistribusikan delapan sub stasiun, nanti ada gardu-gardu yang jaraknya 2,5 sampai 3 kilometer. Sehingga panjangnya 24 kilometer ada 8 sub stasiun. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts