Pemcam Lais Gelar Rembuk Stunting, Target Zero Penambahan Kasus

Lais, Sumselupdate.com – Pemerintah Kecamatan Lais menggelar kegiatan Rembuk Stunting, sebagai upaya penurunan angka stunting di tingkat kecamatan secara terintegrasi, di Aula Kantor Camat Lais,​ Selasa (22/9/2022).

Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza, SSTP, MSi, dan diikuti Puskesmas dalam Kecamatan Lais beserta bidan desa, KPM Desa, DPPKB, Korlap KB, serta ibu-ibu PKK sebanyak 15 desa.

Read More

Dalam kesempatan itu, Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza, SSTP, MSi, menjelaskan, rembuk stunting merup­akan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah, termasuk di tingkat kecamatan. Hal Ini guna memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilak­ukan secara bersama sama.

“Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yakni terhambatnya tumbuh kembang fisik maupun mental anak,” ujarnya.

Oleh karena itu Demoon berharap, ke depan Kecamatan Lais tidak lagi sebagai kecam­atan termiskin, termasuk tidak ada lagi stunting. Hal itu juga tak terlepas dari peran penting ibu-ibu PKK di tingkat desa.

“Kami juga berharap, tahun depan dana Covid dapat dialihkan guna percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Lais,” tandas Demon.

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Lais Leli Hefni, SKM, Mkes, dalam menerangkan laporan hasil validasi data antropometri dan intervensi balita stunting.

Dasar hukum tentang stunting di Kabupaten Musi Banyuasin jelas Leli Hefni, yakni Perpres nomor 72 ta­hun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, SE nomor 15 tahun 2021 tentang perencanaan kegiatan percepatan penurunan stunting di desa tahun 2022, keputusan bupati nomor 51 tahun 2022 tentang tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Musi Banyuasin, keputusan bupati nomor 14­2/KPTS-DPMD/2022 tentang tim kelompok kerja operasional pembinaan pos pembinaan dan pelayanan terpadu Kabupaten Musi Banyuasin.

Lanjutnya, rembuk stunting ini merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama, antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah, dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan secara maksimal, mudah-mudahan ke depan dapat menurunkan angka stunting khususnya di wilayah kerja Puskesmas Lais,” pungkasnya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.