Pembuatan Jalan Angkutan Batubara, Bikin Pengguna Jalan Risih, Ini Penyebabnya

Kondisi pembangunan jalan yang dikeluhkan pengendara.

Laporan: Syahrial Hadi

Gelumbang, Sumselupdate.com – Bongkahan sisa tanah yang jatuh di Jalan Raya Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.

Read More

Bongkahan tanah ini dianggap membahayakan pengguna jalan Lintas Palembang-Prabumulih tepatnya di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim.

Salah seorang pengguna jalan, Ali mengatakan, proses  pembuatan jalan untuk angkutan batubara ini sangat menganggu warga.

“Kita selaku pengguna jalan merasa sangat terganggu, debunya juga berterbangan kemana-mana, sehingga meresahkan dan mengganggu pandangan pengguna jalan,” cetus Ali.

Ali berharap proses pembuatan jalan batubara ini harus dicari jalan keluarnya, sehingga pengguna jalan bisa melintas dengan aman dan tidak terganggu.

Senada dikatakan Beni (35), pengguna jalan lainnya. Dia mengeluhkan masalah tersebut, karena selain udara yang berdebu sehingga berdampak pada kesehatan, juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Jalur ini merupakan akses jalan lintas Sumatera yang volume arus lalu lintas sangat padat, karena penglihatan terhalang debu, bisa menimbulkan kecelakaan,” terangnya.

Di samping itu, debu tanah ini juga sangat mengganggu kesehatan karena bisa menimbulkan sesak. Terlebih lagi pandemi Covid-19 masih melanda.

“Kalau seandainya hujan, maka otomatis jalan jadi becek dan licin, sehingga bisa mencelakakan pengendara terutama sepeda motor. Karena itu saya berharap pemerintah dan terkhusus para pelaku usaha, untuk mencarikan solusi demi keselamatan serta kesehatan pengguna jalan, dan tolong pikirkan nasib rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Mukarto, SH yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Muaraenim saat dihubungi Sumselupdate.com melalui aplikasi WhatsApp meminta perusahaan untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan akibat dari pekerjaan perusahaan tersebut, jangan sampai merugikan masyarakat.

Di lain pihak, perusahaan yang melakukan pengerjaan pembangunan jalan batubara belum berhasil dihubungi. Para pekerja di lapangan mengaku tidak tahu nomor kontak pimpinan mereka. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.