Pembangunan 5 Fly Over di Muaraenim Dikebut, Herman Deru Minta Pembebasan Lahan Dipercepat

Writer: - Kamis, 8 Oktober 2026
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin Rapat Progres Percepatan Pembangunan Fly Over di Kabupaten Muaraenim di Griya Agung, Palembang, Kamis (8/10/2026). Rapat membahas percepatan pembangunan lima fly over untuk mendukung kelancaran transportasi dan mengatasi kemacetan di wilayah Muaraenim. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan sejumlah fly over di Kabupaten Muaraenim untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan kelancaran transportasi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin Rapat Progres Percepatan Pembangunan Fly Over di Kabupaten Muaraenim di Griya Agung, Palembang, Kamis (8/10/2026).

Read More

Dalam rapat tersebut, Herman Deru mengapresiasi berbagai pihak yang telah menyampaikan perkembangan pembangunan. Ia menilai progres yang telah dicapai menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian proyek.

“Terima kasih semua pihak yang sudah datang dan mengikuti rapat hari ini. Kita sudah mendengar berbagai penjelasan terkait progres pembangunan. Saya senang karena sudah banyak progres. Yang terpenting adalah spirit untuk mempercepat, itu poinnya,” kata Herman Deru.

Menurut Herman Deru, percepatan pembangunan fly over menjadi kebutuhan penting bagi Sumsel, khususnya di wilayah yang terdampak tingginya aktivitas angkutan batu bara.

Ia mengatakan, Sumsel merupakan salah satu daerah dengan aktivitas angkutan batu bara yang tinggi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi sumber daya alam tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat dan kelancaran transportasi umum.

Herman Deru menyebut komitmen tersebut telah dibangun sejak awal kepemimpinannya melalui penerbitan Pergub Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 tentang angkutan batu bara.

Kebijakan itu kemudian diarahkan untuk mendorong penggunaan jalan khusus dan jalur kereta api sebagai bagian dari solusi pengangkutan batu bara.

“Begitu saya dilantik, saya berdiskusi dengan Prof. Erika. Satu minggu menjabat, lahir Pergub itu. Memang kemudian dikomplain, didemo, bahkan digugat sampai ke pengadilan dan Mahkamah Konstitusi. Alhamdulillah kita menang, dengan solusi batu bara diangkut melalui jalan khusus dan kereta api,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan fly over di sejumlah titik perlintasan sebidang kereta api merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi di wilayah sentra pertambangan.

Keberadaan fly over diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, mengurangi hambatan perjalanan, serta memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini terdampak perlintasan kereta api dan aktivitas angkutan batu bara.

Herman Deru meminta seluruh pihak yang terlibat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kendala, termasuk administrasi dan pembebasan lahan.

“Kalau administrasi satu tidak selesai, masalah ini tidak akan jalan. Semua pihak harus bekerja sama sampai ini selesai. Persoalan pembangunan ini berbeda-beda, tetapi kita harus taat dengan time schedule,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengganggu kelancaran arus transportasi masyarakat. Seluruh tahapan diminta berjalan sesuai jadwal sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan.

Lima Fly Over di Muaraenim

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Sumsel Basyaruddin menyampaikan perkembangan pembangunan sejumlah fly over di Kabupaten Muaraenim.

Untuk JPL 123 Sudirman Kabupaten Muaraenim, progres pembangunan telah mencapai sekitar 21 persen dan dinilai sesuai dengan rencana.

Sementara itu, JPL 99 Belimbing-Pendopo membutuhkan anggaran sekitar Rp197,93 miliar. Proyek tersebut membutuhkan percepatan koordinasi, terutama dalam proses pengadaan tanah agar dapat berjalan sesuai target.

Selanjutnya, pembangunan JPL 111 Ujan Mas membutuhkan anggaran sekitar Rp124,9 miliar dengan kebutuhan lahan seluas 16.653 meter persegi.

Kemudian JPL 104 Gunung Megang membutuhkan anggaran sekitar Rp128,75 miliar dengan target penyelesaian lahan pada 1 Februari 2027.

Adapun pembangunan JPL 106 Gunung Megang 2 membutuhkan anggaran sekitar Rp206 miliar.

Plt Bupati Muaraenim Sumarni menyambut baik percepatan pembangunan sejumlah fly over tersebut. Menurutnya, pembangunan itu akan memberikan dampak besar bagi masyarakat dan daerah.

“Kami sangat senang luar biasa. Ini akan berdampak besar bagi daerah kami dan masyarakat Muaraenim,” ujar Sumarni.

Ia mengatakan, salah satu persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat adalah perlintasan kereta api yang kerap menyebabkan kemacetan dan menghambat perjalanan.

Karena itu, Pemkab Muaraenim mendukung percepatan pembangunan fly over di sejumlah titik, termasuk JPL 111 yang melibatkan PT KAI, JPL 99 yang melibatkan PT Bukit Asam, serta JPL 104 yang melibatkan Pemkab Muara Enim dan Pemprov Sumsel.

Percepatan pembangunan tersebut diharapkan dapat memperbaiki konektivitas transportasi sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, distribusi sumber daya alam, dan mobilitas masyarakat.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pembangunan lima fly over tersebut diharapkan dapat terealisasi sesuai tahapan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Muaraenim serta Sumsel.

Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Boby Rasyidin, Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya, Direktur Komersial dan Supply Chain PT Bukit Asam Rifqi Hari Muji, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel Farid Firman, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumsel Panji Krisna, Kepala Kanwil BPN Sumsel Rahmat, serta sejumlah kepala OPD terkait.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts