Kabut Asap Palembang Belum Mereda, ISPU Musi 2 Tembus 743 pada Dini Hari

Writer: - Jumat, 9 Oktober 2026
Kabut asap masih mencemari udara Kota Palembang pada Jumat (9/10/2026) dini hari. Pemantauan IQAir sekitar pukul 03.00 WIB mencatat indeks kualitas udara di kawasan Musi 2 mencapai 743. (Foto; Sumselupdate.com/Fitria NIngsih)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap masih mencemari udara Kota Palembang pada Jumat (9/10/2026) dini hari. Kualitas udara di sejumlah wilayah tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan indeks kualitas udara di kawasan Musi 2 mencapai 743.

Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir sekitar pukul 03.00 WIB, indeks kualitas udara di Musi 2 mencapai 743. Angka tersebut disusul kawasan Bukit UNSRI sebesar 388 dan Demang Lebar Daun 332. Sementara itu, kawasan Sukarami mencatat indeks 266.

Read More

Data tersebut menunjukkan kondisi pencemaran udara yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama karena tingginya konsentrasi partikulat halus yang dapat berdampak terhadap kesehatan.

Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) juga menunjukkan tingginya pencemaran. Sekitar pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 412.

Kabut asap yang masih pekat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

DPKP Siagakan 800 Personel

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang terus melakukan upaya penanganan kebakaran yang berpotensi menjadi sumber asap.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang menyiagakan sekitar 800 personel untuk mengantisipasi kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran bangunan.

Ratusan personel tersebut ditempatkan di delapan pos dengan sistem kerja tiga shift. Pola ini diterapkan untuk menjaga kesiapsiagaan petugas sehingga penanganan kebakaran dapat dilakukan selama 24 jam.

Pemerintah Kota Palembang juga mendorong penanganan sumber-sumber kebakaran yang berpotensi memperburuk kualitas udara.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang menjadi pengingat pentingnya penanganan kebakaran secara berkelanjutan, terutama untuk mencegah meluasnya sumber api yang dapat memperburuk pencemaran udara.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts