Madu Muaraenim Tembus Singapura, Ekspor Sumsel Capai 1,5 Ton hingga September 2026

Writer: - Minggu, 11 Oktober 2026
Madu asal Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, sebanyak 310 kilogram senilai Rp47,96 juta dikirim ke Singapura melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Ekspor madu Sumsel ke Singapura sepanjang Januari–September 2026 tercatat mencapai 1.547,6 kilogram. Foto: Karantina Sumatera Selatan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Madu asal Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, kembali menembus pasar Singapura. Sebanyak 310 kilogram madu senilai Rp47,96 juta dikirim melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Sebelum diberangkatkan, madu tersebut menjalani pemeriksaan dan tindakan karantina oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan guna memastikan komoditas memenuhi persyaratan karantina serta ketentuan negara tujuan.

Read More

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, mengatakan pengiriman tersebut menunjukkan potensi produk daerah untuk bersaing di pasar internasional.

“Ekspor madu asal Muara Enim ini menunjukkan bahwa komoditas daerah memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Kami terus mendukung pelaku usaha agar komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan karantina dan negara tujuan,” ujar Sri Endah dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan data BEST TRUST Barantin, ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura selama Januari hingga September 2026 mencapai 1.547,6 kilogram atau sekitar 1,55 ton melalui empat kali pengiriman.

Volume tersebut meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 266 kilogram melalui satu kali pengiriman.

Capaian ekspor selama sembilan bulan pertama 2026 itu juga melampaui total ekspor sepanjang 2024, yakni 1.373 kilogram melalui tiga kali pengiriman.

Data tersebut memperlihatkan peningkatan volume ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura dalam tiga tahun terakhir. Namun, perbandingan tersebut mengacu pada periode Januari–September 2026 dan data tahunan penuh untuk 2024 serta 2025.

Sri Endah menegaskan, keberlanjutan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga konsistensi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan negara tujuan.

Menurut dia, pemeriksaan karantina sebelum pengiriman menjadi bagian penting untuk memastikan komoditas memenuhi ketentuan yang berlaku sekaligus menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia.

“Pemenuhan persyaratan karantina sejak dari daerah asal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia,” katanya.

Karantina Sumatera Selatan juga mendorong pelaku usaha memahami persyaratan negara tujuan sejak awal agar proses pengiriman dapat berjalan lebih lancar.

Dengan meningkatnya volume pengiriman, madu asal Sumatera Selatan diharapkan mampu mempertahankan pasar Singapura sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional lainnya.

Karantina Sumatera Selatan menyatakan dukungan terhadap kegiatan ekspor akan terus dilakukan seiring pelaksanaan fungsi pengawasan untuk menjaga keamanan hayati dan memastikan komoditas memenuhi persyaratan perdagangan internasional.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts