Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (11/10/2026). Kualitas udara di sejumlah wilayah tercatat memburuk, dengan indeks pencemaran di Sukarami mencapai 336 atau masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan data IQAir pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Palembang tercatat pada angka 226, yang menunjukkan kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat.
Sejumlah wilayah juga mencatat indeks pencemaran tinggi. Musi 2 berada pada angka 258, Demang Lebar Daun 235, dan Bukit 222. Sementara itu, Sukarami mencatat angka 336, lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya yang disebutkan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena paparan polusi udara dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Risiko gangguan kesehatan juga perlu diperhatikan ketika paparan asap berlangsung dalam waktu lama.
Kabut asap yang menyelimuti Palembang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Banyaknya titik panas yang terdeteksi menunjukkan bahwa potensi karhutla masih perlu diwaspadai.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, tercatat sebanyak 1.548 titik panas atau hotspot. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 1.177 titik.
Kabupaten Musi Banyuasin menyusul dengan 135 titik, Muara Enim 78 titik, Banyuasin 62 titik, dan Ogan Ilir 27 titik.
Sebaran titik panas tersebut menjadi perhatian karena kebakaran lahan dapat menghasilkan asap yang berpotensi memperburuk kualitas udara di Palembang dan daerah sekitarnya. Dampaknya bergantung pada kondisi kebakaran, arah angin, serta faktor cuaca lainnya.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, menutup pintu dan jendela saat kualitas udara memburuk, serta menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan dapat membantu mengurangi paparan polusi.
Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus. Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.
(**)







