Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Guru TK di OKU Timur Diciduk di Banyuwangi  

Kedua pelaku terlihat dari balik pintu kaca masuk Unit 4 Jatanras Polda Sumsel, Selasa (15/6/2021).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus penyiraman air yang menimpa Meli Handayani, seorang guru TK/PAUD Darussalam di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya terungkap.

Bacaan Lainnya

Ini setelah pelaku penyiraman air keras terhadap Meli Handayani saat korban sedang pulang mengajar, Senin (31/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB, berhasil diciduk Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

Informasi dihimpun Sumselupdate.com pelaku diamankan petugas dalam pelariannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (14/6/2021).

Mengenai identitas dan motif pelaku tega melakukan penganiayaan berat terhadap korban masih menunggu rilis resmi dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel siang nanti.

Dari pengamatan Sumselupdate.com terlihat dari balik pintu kaca masuk Unit 4 Jatanras Polda Sumsel, kedua pelaku yang diamankan itu satu orang mengenakan kemeja merah maron dan kemejah putih biru sambil menundukkan wajah dan tangannya yang diborgol.

Korban Meli Handayani saat mendapat perawatan tim medis.

Sementara itu, korban Meli Handayani kemarin sore ditemani oleh keluarganya sempat mendatangi ruangan riksa Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

“Kemarin kami sampai dari OKU Timur ke sini naik travel dan tidur ke rumah saudara saya yang ada Kertapati,” ujar Meli Handayani yang masih bersedih dan trauma mengingat kejadian tersebut.

Meli Handayani sendiri enggan ingin berbicara banyak terkait peristiwa tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus yang menimpanya ke aparat penegak hukum.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa yang menimpa Meli Handayani yang merupakan janda anak satu ini, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal saat korban sedang pulang mengajar, Senin (31/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Diketahui cairan yang digunakan pelaku penyiraman tersebut ialah asam sulfat atau yang biasa dikenal ‘cuka para’, cairan untuk mengentalkan getah karet.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar di bagian wajah.

Karena kondisi korban kian mengkhawatirkan, korban kini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sriwijaya Bagian Mata Palembang. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.