Pelaku Pembobol Rumah Kosong Keok Didor Petugas

Ahmad Susanto alias Santo (23), pelaku pencurian rumah kosong, tergolek lemah setelah didor petugas.

Palembang, Sumselupdate.com – Ahmad Susanto alias Santo (23), warga Jalan Jepang Perumahan Putri Borang RT 10/11 Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Palembang ini, hanya bisa merengek kesakitan. Lantaran ia dihadiahi petugas Pidum (Pidana Umum) dan Tekab 134, dengan timah panas yang menancap dibetis kaki kanannya, Senin (17/12), sekitar pukul 23.00.

Santo ditangkap petugas saat dengan di kawasan Sako, Palembang. Melihat petugas yang sudah mengintainya, membuat Santo pun hendak kabur dan melawan petugas. Namun setelah dua kali tembakan tak dihiraukan Santo, petugas pun terpaksa melumpuhkannya.

Bacaan Lainnya

Untuk mempertanggung jawabkan ulahnya, Santo pun langsung digiring ke Polresta Palembang.

Informasi yang dihimpun, ditangkapnya Spesialis bobol rumah ini oleh petugas lantaran ikut serta dalam aksi bobol rumah milik korban, yakni Diky Cakra (33), yang terletak di Jalan Jepang Komplek Zahra RT 25/ 11 Kecamatan Sako Palembang, Padai Sabtu, 16 Juni 2018 sekita pukul 03.00

Dimana saat melakukan aksinya, terlapor masuk kedalam rumah yang dalam keadaan kosong dengan cara merusak jendela kamar depan lalu mengambil satu unit TV LED merek Thosiba 32 Inc dengan total kerugian sekitar Rp 8 juta,

Usai mengetahui kejadian ini, korban pun langsung melapor ke Polsek Sako, Palembang, dan diback up oleh unit Pidum serta Tekab 134, pelaku berhasil dibekuk.

“Pelaku terpaksa kita lumpuhkan. Ini lantaran melawan dan hendak kabur saat ditangkap,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara dan Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukmana, melalui Kanit Pidum, Iptu Tohirin, Selasa (18/12).

Lanjut Tohirin, selain mengamankan pelaku petugas juga mengamankan barang bukti berupa, TV Led Thosiba 32 Inc, yang diduga milik korban yang dicuri pelaku, “Dua pelaku sudah kita amankan. Awalnya kita amankan pelaku Sp yang tengah menjalani hukum, ini Santo yang kita amankan. Dan masih satu lagi pelaku. Nama sudah kita kantongi,” katanya.

Sedangkan, Santo mengaku saat melakukan aksi pembobolan rumah itu dirinya bertugas mengawasi lokasi di sekitar,” saya bertugas mengawasi lokasi sekitar Pak, ketika rekan saya beraksi. Yang masuk rumah itu bukan saya, tetapi dua rekan saya,” akunya.

Santo juga mengaku, hasil dari aksi tersebut, dirinya hanya mendapatkan uang Rp 50 ribu,” Uang itu sudah habis pak, untuk kami pakai untuk beli minuman keras dan shabu-shabu, kami pakai sama-sama,” ungkapnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.