Palembang, Sumselupdate.com – Usai melakukan sholat Idul Adha 1437 H, warga di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang bersuka cita melaksanakan pemotongan hewan qurban. Hal ini seperti terlihat di RT 48 dan RT 63 RW 09 yang melakukan penyembelihan 5 sapi dan 11 kambing di lapangan terbuka di lingkungan RT masing-masing sebagai wujud kepedulian kepada sesama.
Menurut Ketua Panitia Qurban RT 48, Dasril SE, tahun ini warga di RT-nya menyembelih 3 ekor sapi dan 5 kambing. “Alhamdulillah jumlahnya meningkat dari tahun lalu, semoga keikhlasan warga dalam berqurban ini menjadi pahala di sisi Allah Swt,” ujar Dasril di sela suasana pemotongan hewan yang dilakukan oleh dosen UIN Raden Fattah, Drs. Abu Mansur, M. Pdi.

Selain itu, dalam waktu yang sama, panitia qurban RT 63 juga melakukan pemotongan 2 ekor sapi dan 6 kambing. Pemotongan yang ramai disaksikan oleh warga itu berlangsung di lapangan terbuka RT 63.
“Kita melakukan pemotongan hewan qurban berupa 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Terima kasih kepada warga yang telah mempercayakan kepada panitia untuk melaksanakan qurban ini. Semoga yang berqurban kali ini mendapat ridho Allah Swt dan dilipatgandakan rezekinya,” ujar Amdi, Ketua Panitia Qurban RT 63.
Sementara itu, menurut tokoh masyarakat sekaligus Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat UIN Raden Fattah yang juga turut menyaksikan pemotongan hewan qurban, Prof. Dr. Ris’an Rusli, MA, ibadah qurban sangat dianjurkan dalam syariat Islam sebagai wujud kepasrahan seorang hamba kepada sang pencipta, Allah SWT.
“Allah Swt menyuruh umat manusia untuk berqurban. Bagi Allah, yang bernilai itu bukan apa yang diqurbankan, tetapi keikhlasan kita’, terang Ris’an.
Selain itu, lanjutnya, ibadah qurban tidak saja bermakna hablumminallah (hubungan langsung dengan sang khaliq), tetapi juga bermakna hablumminannas (hubungan sosial dengan sesama).
“Qurban itu menyadarkan kita untuk senantiasa peduli dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada fakir miskin yang butuh bantuan kita. Mungkin karena keterbatasan ekonominya, mereka selama ini sangat susah untuk bisa mengkonsumsi daging, nah dengan qurban ini kita yang mampu secara ekonomi setidaknya dapat membantunya,” pungkas alumni pondok pesantren Gontor itu. (shn)











