Palembang, Sumselupdate.com – Kondisi ekonomi yang makin sulit dan harga kebutuhan terus meningkat, membuat masyarakat harus makin cerdas menyiasati pengeluaran, salah satunya dengan berhemat demi kelangsungan kehidupan.
Namun hal seperti ini sangat berdampak bagi para pedagang, karena semakin sepinya pembeli, berpengaruh pada pendapatan mereka yang ikut menurun.
Seperti halnya yang dirasakan, Bu Widodo, salah seorang pedagang sayur di Pasar Kuto mengatakan saat ini omset dagangannya selalu menurun, dipersulit dengan modal yang terus mengalami kenaikan.
“Semakin ke sini tambah sepi saja pembeli, mana harga-harga terus naik, membuat modal kita juga harus lebih banyak, tapi mau bagaimana lagi, kita jalani saja,” ujarnya lesu.
Lanjut wanita yang biasa disapa Buk Wid ini menuturkan untuk sekarang harga cabai rawit yang masih tinggi mencapai Rp80.000/kg. Kenaikan harga juga terjadi di sayuran seperti sawi, kacang panjang, terong, kisik dan lainnya lebih dari Rp10.000/kg.
“Yah gimana mau dapat untung kalau jualan sepi seperti ini, harga-harga pada naik, ini saja jualan bisa sampai sore dagangan masih banyak, modal saja belum balik,” tuturnya
Menurut wanita berusia 50 tahun ini, hari ini saja dirinya sudah menghabiskan Rp1 juta lebih untuk modal belanja.
Sementara itu Siti, salah satu pedagang sayuran, mengaku saat ini harga sayuran naik, sehingga para pedagang juga harus mengakali agar tidak merugi.
“Harga sayuran naik dan pembeli sepi, jadi harus pintar kita saja biar tidak rugi, biasanya membeli tidak terlalu banyak, disesuaikan saja dengan pembeli serta mencari barang yang tidak mudah busuk,” paparnya. (san)











