Pedagang Pasar Cinde Bersatu Datangi Kantor DPRD Palembang

Selasa, 20 Februari 2018
Puluhan pedagang Pasar Cinde saat mendatangi Kantor DPRD.

Palembang, Sumselupdate.com Puluhan pedagang yang tergabung ke dalam Asosiasi Pedagang Pasar Cinde Bersatu mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang guna memastikan nasib mereka ke depan.

Lebih lanjut kedatangan puluhan para pedagang Pasar Cinde ini, selain untuk berdialog langsung dengan Ketua DPRD Kota Palembang, juga ingin memastikan kejelasan nasib mereka setelah Pasar Cinde selesai direvitalisasi.

Read More

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Cinde Bersatu, Ichman, Selasa (20/2/2018) menyampaikan, tujuan ke DPRD kota untuk meminta kepastian terhadap nasib sejumlah pedagang setelah Pasar Cinde direvitalisasi.

“Sebagai pengurus Pasar Cinde yang baru, Kami diundang untuk bertatap muka langsung dengan ketua DPRD, ” ungkap Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Cinde Bersatu, Ichman.

Menurutnya, tidak hanya berdialog, kedatangan mereka juga dalam rangka menyampaikan aspirasi mereka sebagai pedagang yang selama ini berdagang di Pasar Cinde mengenai kejelasan nasib para pedagang nantinya pasca selesainya revitalisasi Pasar Cinde yang nantinya berubah menjadi Plaza Cinde Aldiron.

Meskipun berdasarkan data dari PD Pasar Palembang Jaya yang sudah mendata jumlah pedagang Pasar Cinde serta ketrgasan dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang akan memperioritaskan para pedagang lama, namun tetap ada kekhawatiran pedagang takut tidak bisa lagi berdagang di sana.

“Kalau dari data yang ada di PD Pasar ada 835 pedagang dan nama kami tetap ada dan terdaftar yang nantinya tetap bisa berdagang di Pasar Cinde. Tapi tetap saja kami butuh kepastian dan ketegasan kalau tidak akan ada pedagang baru nantinya,” tegasnya.

Ichman beralasan kekhawatiran pedagang sangat beraladan mengingat pembangunan Pasar Cinde dilakukan dengan sistem BOT, yang mana dengan mekanisme sistem BOT tersebut, pengembang mendapatkan keleleluasaan dalam hal pengelolaan pasar. Yang nantinya dikhawatirkan memasukkan pedagang yang baru.

“Kita kan tidak tahu dan tidak mengerti, makanya kami datang ke sini untuk berdialog dengan Bapak Ketua sekalian meminta kejelasan mengenai hal ini, ” terangnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts