Jakarta, Sumselupdate.com – Akhir-akhir ini terjadi kekerasan terhadap para pemuka agama di berbagai tempat. Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengeluarkan perintah kepada para kader berkaitan dengan situasi ini.
“Sampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan waspada menghadapi isu teror ini sehingga tidak berkembang semakin liar yang bisa menyebabkan masyarakat sekitar panik. Beberapa kejadian akhir-akhir ini bertujuan untuk mengadu domba dan melemahkan warga Nahdhiyin, PKB dan Umat Islam,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini, Selasa (20/2/2018) seperti dikutip dari detikcom.
Berikut isi perintah yang dikeluarkan Cak Imin:
Hal : Perintah Harian Ketum PKB
Kepada Yang Terhormat
Pengurus DPW dan DPC PKB
Di Tempat
Mencermati perkembangan berbagai laporan dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah mengenai adanya ancaman dan teror yang terjadi terhadap beberapa pesantren seperti Ploso (Kediri), Denanyar (Jombang), beberapa pesantren di Banyumas dan kota-kota lain, saya memerintahkan semua pengurus dan kader PKB se-Pulau Jawa khususnya dan seluruh pelosok Indonesia pada umumnya:
1. Sampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan waspada menghadapi isu teror ini sehingga tidak berkembang semakin liar yang bisa menyebabkan masyarakat sekitar panik. Beberapa kejadian akhir-akhir ini bertujuan untuk mengadu domba dan melemahkan warga Nahdhiyin, PKB dan Umat Islam.
2. Jaga pesantren dan pastikan keselamatan para kyai di wilayahnya masing-masing. Kerahkan Garda Bangsa dan instrumen PKB lainnya untuk membuat penjagaan tertutup (tak terlihat) kepada para Kiai dan pesantren. Penjagaan tertutup dilakukan agar tidak menambah kekhawatiran dan rasa cemas di pesantren dan masyarakat sekitarnya. Karena salah satu tujuan teror adalah merebaknya kecemasan dan kepanikan masyarakat.
3. Memperkuat silaturahim dan kerjasama antar kelompok dan golongan di masyarakat sekitar untuk saling menjaga dan mewaspadai semua hal yang mencurigakan dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
4. Lakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan aparat keamanan. Jika terdapat kejadian yang mencurigakan dan mengkhawatirkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian serta jangan pernah mengambil tindakan polisional maupun tindakan main hakim sendiri.
5. Selalu melaporkan perkembangan di wilayahnya masing-masing kepada DPW dan DPP.
Jakarta, 20 Pebruari 2018
DPP PKB,
DR(HC).H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si
Ketua Umum
Mengenai kekerasan terhadap ulama dan pemuka agama ini, pemerintah menyatakan kejadian-kejadian tersebut tidak berkaitan satu sama lain.
“Ya tadi, penyampaian ke publik. Kita komunikasi-komunikasi saya komunikasi terus dengan Pak Tito (Tito Karnavian) apa yang terjadi. Tetapi dari peristiwa-peristiwa yang kebetulan media begitu gencar memberitakan, maka yang paling mudah adalah kita mencoba merangkai. Oh ini ada kaitannya ini dan sebagainya, padahal tidak,” kata Kepala Kantor Kepresidenan Moeldoko, Rabu (14/2/2018). (adm3/dtc)











