PBNU Beberkan Alasan Komunisme Tidak Boleh Muncul di Indonesia

Selasa, 31 Mei 2016

Jakarta, sumselupdate.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut sejumlah alasan mengapa komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak boleh kembali muncul di Indonesia. Alasan tersebut ditinjau dari aspek teologi, ideologi, sosial, politik, dan sejarah bahwa apa yang diajarkan paham ini sangat bertentangan dengan ajaran Indonesia sebagai negara demokrasi dan berideologi pancasila.

Demikian dikatakan oleh Seketaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Abdul Mun’in DZ, dalam seminar dan dialog lintas generasi ‘Menyelamatkan Generasi Muda Indonesia dari Bahaya Komunisme’, di Gedung Joang 45, Jakarta, Selasa (31/5).

Mun’in mengatakan, dari segi teologi, komunisme telah melawan prinsip ketuhanan. Hal ini karena komunisme tidak mengenal adanya Tuhan. Sedangkan di Indonesia, dalam sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan yang Maha Esa. Selain itu, komunisme juga sangat bertentangan dengan paham Pancasila, sebagaimana terlihat jelas dalam butir-butir Pancasila.

Dari segi sosial, jelas Mun’in, komunisme mengajarkan pertentangan kelas, seperti pertentangan kelas antara buruh dan majikan, kaya dan miskin, tuan dan bawahan. Padahal, prinsip tersebut akan terus mengadu-domba pihak terkait sehingga tidak tercipta suasana yang harmonis. Sedangkan Indonesia, ungkapnya, tidak menanamkan prinsip itu, tidak ada pertentangan kelas.

Sementara dari segi politis, komunisme jelas mengajarkan bagaimana melakukan agitasi dan propaganda kepada lawan politik. Sedangkan hal tersebut tidak dibenarkan. Pasalnya, Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kejujuran, termasuk dalam berpolitik.

Dari aspek sejarah, pemberontakan yang dilakukan PKI di Indonesia telang berulang kali. Menurutnya, pemberontakan PKI itu dimulai sejak tahun 1926, 1945, 1958, 1950 dan terakhir tahun 1965.

Menurut Mun’in, Peristiwa 1965 dikenal sebagai pemberontakan PKI yang paling besar karena memakan banyak korban baik dari para jenderal TNI, masyarakat sipil, hingga anggota PKI.

“Pemberontakan yang dilakukan kan jelas tidak membawa keuntungan dan maslahat yang baik bagi bangsa. Karena itu, PKI tidak boleh ada kembali,” tegasnya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts