Pasutri yang Dibunuh di PALI Ternyata Dipicu Buah Rambutan, Begini Penampakan Pelaku

Tersangka Diding, pelaku pembunuhan pasutri lansia di PALI dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya, Rabu (5/1/2022).

PALI, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan keji pasangan suami istri (pasutri) Marsidi (80) dan Sumini (65) yang menggemparkan warga Talang Tumbur, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Minggu (2/1/2022) pagi lalu, akhirnya terungkap.

Ini setelah tersangka pembunuhan bernama Diding (27) berhasil ditangkap anggota Sat Reskrim Polres PALI pada Selasa (4/1/2022) malam di Kecamatan Penukal Utara.

Read More

Dalam penangkapan itu, tersangka Diding melakukan perlawanan, sehingga petugas terpaksa melumpuhkan kedua kakinya dengan empat timah panas.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata motif pembunuhan sadis yang menimpa pasutri lansia ini lantaran pelaku tak senang ditegur korban saat hendak mengambil buah rambutan.

Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi, SIK saat press release mengatakan, kronologi penangkapan di mana pelaku setelah melakukan aksi pembunuhan sempat melarikan diri dengan cara menumpang mobil di Simpang Lima Talang Ubi.

Pelaku kabur ke Penukal Utara dan berencana menuju Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Alhamdulillah sekitar pukul 21.00 semalam pelaku berhasil diamankan,” ungkap Kapolres PALI AKBP Rizal AT.

Kapolres mengatakan, motif melatarbelakangi pelaku menghabisi pasutri lansia itu karena dendam lantaran pelaku ditegur saat mengambil buah rambutan di rumah korban.

“Pelaku secara sadar melakukan pembunuhan. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati,” tegasnya.

Sementara itu, pengakuan tersangka Diding jika nekat melakukan pembunuhan karena tersinggung dengan perkataan korban Sumini dan Marsidi karena masalah buah rambutan.

“Aku tesinggung pas aku nak mintak rambutan dengan korban (Marsidi) korban ngatoi aku. Dio jugo ngatoi wong tuo aku. Ngomong ado anak tapi dak di urusi disitulah aku dendam,” ujar Diding.

Ditambah Diding, dirinya sudah merencanakan pembunuhan kedua korban. Di mana kedua korban dihabisi saat dalam keadaan tidur.

“Aku menyelinap masuk ke rumah korban sekira pukul 20.00 malam mengeksekusi korban sekitar pukul 21.00 malam,” bebernya.

Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi, SIK saat press release penangkapan Diding, pelaku pembunuhan pasutri lansia di PALI, Rabu (5/1/2022).

“Pertama aku bunuh yang betino (wanita), karena target aku memang yang betino selanjutnyo aku bunuh yang lanang (pria) dengan kampak dem tu (sudah itu) aku tutupi dengan tikar. Rencananyo korban nak aku bakar oleh katek (tidak ada) korek laju urung,” jelasnya.

Dari pengakuan Diding, jika dirinya mengambil televisi dan tabung gas guna mengelabui petugas agar terlihat aksi pembunuhan itu seperti pencurian.

Dalam aksi kejinya itu, Diding mengaku tidak merasa menyesal sedikit pun atas pembunuhan yang dilakukannya.

“Aku puas dan senang hati mereka sudah aku bunuh, karena aku sakit hati kedua orang tua yang membesarkan aku dihina,” kelitnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Talang Tumbur, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI pada Minggu (2/1/2022) pagi, mendadak gempar.

Paslanya, ditemukan pasutri yang telah lanjut usia tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

Dari keterangan Ahmad, salah satu warga setempat jika kedua korban tinggal bertiga bersama cucunya, namun saat kejadian, cucu korban tengah menunggu durian di dalam kebun.

“Saat kejadian, di rumah itu hanya ada dua korban itu. Kondisi keduanya sudah lansia. Saat pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Lamsah, korban sudah bersimbah darah dengan luka bekas senjata tajam. Mengetahui orang tuanya bersimbah darah, anak korban meminta tolong warga sekitar dan warga pun melaporkan kejadian itu ke kepolisian,” terang Ahmad. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.