Pasal Utang, Pelda Aceng Dibantai Mantan Karyawan dan Saudara Kandungnya

Minggu, 23 Oktober 2016
Tersangka Wawan (tengah) menunjukkan lokasi pembunuhan Pelda Aceng.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Berdasarkan laporan Rani Anggraini (28), istri Pelda Aceng yang diketahui telah menghilang selama 12 hari, tim gabungan bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Pertama petugas mengamankan Wawan (26), yang merupakan mantan karyawan rumah makan milik korban dari rumahnya di Dusun I, Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muaraenim, Jumat (21/10/2016).

Read More

Hanya pemeriksaan, Wawan mengaku bahwa korban telah dibunuh dengan cara dimutilasi lalu tubuhnya dibakar di kebun karet milik Erwin alias Wiwin (22), adik kandung Wawan, di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muaraenim pada 9 Oktober lalu.

Atas keterangan tersebut, petugas bersama tersangka Wawan menelusuri kebun karet yang disebut sebagai tempat korban dihabisi dan petugas langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan menangkap pelaku lain dan dalam hitungan jam kembali menangkap tersangka Edi (20). Lalu atas imbauan petugas, keesokan harinya tersangka Wiwin menyerahkan diri ke Polsek Gelumbang.

Sedangkan dua pelaku lain, yang diketahui masih berstatus pelajar telah melarikan diri dan kini dalam pengejaran oleh petugas. Disamping itu petugas juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Supra Fit milik tersangka Edi.

Satu unit sepeda motor merek Viar milik tersangka Wawan, satu batang kayu bulat panjang sekitar satu meter berdiameter 15 cm yang digunakan untuk memukul korban.

Kemudian sebilah parang panjang sekitar 50 cm warna cokelat hitam dengan gagang kayu warna cokelat yang diduga digunakan untuk memotong tubuh korban.

Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan menyebut saat ini pelaku berjumlah tiga orang telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan.

“Ungkap kasus ini hasil kerja sama Polres Muaraenim, Polsek Gelumbang, Polres Prabumulih, Subdenpom Prabumulih, Den Intel Kodam dan Intel Kodim 0404 Muaraenim,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap dua pelaku lain. “Untuk sementara motif pembunuhan ini dilatari utang piutang. Namun masih dikembangkan oleh petugas,” tandasnya. (lip)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts