Pasca Kematian Seorang Siswanya, Akpol Larang Senior-Junior ‘Kumpul-Kumpul’

Selasa, 23 Mei 2017
Suasana di Akademi Kepolisian

Jakarta, Sumselupdate.com – Hasil evaluasi Akademi Kepolisian, pascakematian Brigdatar Mohammad Adam, adalah meniadakan budaya Korps Daerah. Korps daerah adalah sistem pengasuhan taruna senior kepada taruna junior berdasarkan daerah mereka berasal. Selain itu, evaluasi juga menghasilkan larangan pertemuan antara senior dengan junior jika tidak ada kegiatan resmi dari lembaga.

“Sudah diputuskan bahwa pengasuhan oleh senior yang berdasarkan wilayah atau daerah itu sudah tak ada lagi. Kemudian pertemuan-pertemuan antara senior dan junior ini diupayakan supaya tidak bertemu,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/5/2017) dikutip dari detikcom.

Read More

Martinus menyampaikan dengan nada tegas, bahwa akan ada sanksi baik disiplin maupun kode etik bagi senior yang melanggar hasil evaluasi itu. “Sanksi yang lebih keras. Walau mereka tidak memukul, tapi mereka mengumpulkan misalnya,” ujar dia.

Demi menjaga agar tak terjadi kumpul-kumpul antara senior dan junior, taruna dilarang keluar dari kompleks Akpol, bergerombol, dengan kelompok taruna sedaerahnya.

“Dan kegiatan-kegiatan bersama seperti di luar jam dinas, seperti mereka berada di kos-kosan yang disewa mereka, itu tidak boleh. Upaya-upaya itu menjadi opsi untuk memperbaharui praktek pengasuhan,” tutup Martinus. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts