Bandung, Sumselupdate.com – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut Rizieq Shihab, imam besar Front Pembela Islam (FPI), menjadi korban propaganda Australia dan Amerika untuk memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Panglima Gatot, awalnya ia menerima pesan melalui aplikasi percakapan WhatsApp (WA) yang menyebutkan bahwa Rizieq Shihab dianiaya prajurit Kostrad. Setelah menerima pesan itu, dia pun langsung memerintahkan aparatnya menelusuri informasi itu.
“Langsung intelijen saya suruh bekerja mencari, dan ternyata hoax (kabar bohong) tersebut berasal dari Australia dan Amerika,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan usai jadi pembicara pada forum seminar di kampus Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/11).
Panglima TNI memastikan bahwa kabar itu bohong dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. TNI sendiri telah menemukan sumber informasi bohong itu yang berasal dari dua laman yang berbasis di luar Indonesia.
“Isu hoax (bohong) tentang pemukulan oleh anggota TNI dari Kostrad kepada Imam besar FPI Habib Rizieq berasal dari dua media online(web) yang berasal dari luar negeri,” jelas Panglima.
Ditambahkannya, informasi itu bermula dari dua situs judi online, yakni http://jitupoker.biz/habieb-rizieq-membuat-laporan-karena-di-pukuli-sekelompok-berambut-cepak-di-markas-fpi dan http://wp-login-php. Masing-masing, kata Panglima, berbasis di Australia dan Amerika.
Dia menganalisis informasi tak benar tentang Habib Rizieq Shihab itu menunjukkan adanya kekuatan asing yang sedang berupaya mengusik persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Semakin nyata bahwa tangan-tangan luar ikut bermain,” tegasnya.
“Jelas ini ada campur tangan asing dalam penyebaran isu untuk memecah belah bangsa saat ini,” katanya.
Indonesia, menurutnya, dalam incaran asing yang ingin merebut sumber daya alam, energi, dan ekonomi. Untuk itu, dia meminta masyarakat mewaspadai itu karena bukan tak mungkin Indonesia dipecah-belah seperti yang terjadi di sebagian besar negara-negara Arab dan Timur Tengah, yang sekarang sedang mengalami perang saudara.
“Namun kekuatan bhinneka tunggal ika tetap menjadi pemersatu agar Indonesia tidak terpecah belah oleh siapa pun yang hendak merusak persatuan Indonesia,” ujarnya
Selain itu, Panglima juga menduga penyebaran informasi bohong itu terkait peran pentolan FPI itu dalam aksi bela islam.
Diketahui, selama ini Habib Rizieq sangat aktif menyuarakan tuntutan agar aparat penegak hukum menangkap dan mengadili kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Bersama GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) MUI, ia telah dua kali melakukan Aksi Bela Islam. Bahkan rencananya akan dilanjutkan melalui Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 nanti. (shn)











