Laporan Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Pandemi virus Corona atau Covid-19 tampaknya membuat masyarakat menahan diri untuk membeli kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ini terlihat penjualan motor bekas di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, terjun bebas alias anjlok.
Tutin, Owner showroom motor bekas Tutin Motor mengatakan, sejak pandemi Covid-19 muncul, bisnis penjualan motornya lesu dalam tiga bulan terakhir.
Menurut Tutin, penurunan angka penjualan sepeda motor bekas mencapai 70 persen setiap bulannya.
Kondisi ini membuat para pemilik showroom motor di Kota Pagaralam lebih memilih menahan membeli unit motor bekas untuk sementara waktu.
Hal ini disebabkan karena stok motor bekas yang ada di showroom masih terlalu banyak, sementara jumlah pembeli sangat menurun.
Indikatornya sejak dua bulan terakhir, tak banyak motor yang berhasil terjual kepada konsumen.
“April dan Maret boleh dikatakan tidak ada yang terjual,” ujarnya ditemui Sumselupdate.com, Rabu (27/5/2020).
Diakuinya, pandemi membuat roda perekonomian di Pagaralam menjadi tak lancar. Aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas.
Akibatnya ujar dia, masyarakat menahan diri untuk membeli sepeda motor second.
Ada pula pembelian jadi batal lantaran leasing tak mau memproses pengajuan kredit dari konsumen di tengah pandemi.
“Belum lagi faktor belum masuknya musim panen kopi,” tuturnya.
Lesunya penjualan sepeda motor bekas membuat harga jual menjadi ikut turun. Tutin mengatakan, rata-rata harga jual motor bekas saat ini turun sebesar 40 persen.
Meskipun begitu Tutin menambahkan, pihaknya akan terus berusaha memasarkan sepeda motor bekas yang ada. Selain dengan cara manual, pihaknya juga gencar mempromosikan motor bekas di kanal bisnis online. (**)











