Pandemi Covid-19, Banyak Dokter di Palembang Tutup Praktik dan Hindari Kontak dengan Pasien

Salah satu praktik dokter yang tutup terkait adanya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Palembang, Sumsel, Senin (6/4/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Kian meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia yang mencapai 2.491 orang, di mana 16 di antaranya dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), membuat para dokter semakin menghindari kontak langsung dengan pasien.

Kewaspadaan para dokter ini cukup beralasan, sebab data dari Hubungan Masyarakat (Humas) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Halik Malik menyebutkan, hingga 6 April 2020, setidaknya ada 19 dokter yang meninggal dunia akibat virus ini.

Bacaan Lainnya

Di Kota Palembang, Sumsel berdasarkan pantauan Sumselupdate.com, Senin (6/4/2020) sore banyak praktik dokter tutup dan kalau pun buka, menerapkan kebijakan dokter tidak bisa kontak atau bertemu langsung dengan pasien.

Seperti praktik dokter di Jalan Macan Lindungan Palembang. Dokter umum yang biasa banyak dikunjungi pasien ini memasang pengumuman tutup dan membuka konsultasi dan pembelian obat melalui nomor telepon genggam yang telah disediakan.

Pengumuman dari dokter yang menutup praktiknya selama adanya pandemi Covid-19.

 

Sementara praktik dokter bersama di lantai dua Apotik K24 di Jalan Parameswara Palembang, tetap membuka praktik, namun pasien tidak bisa bertemu secara langsung dengan dokter yang dituju.

Wartawan Sumselupdate.com yang sore kemaren mencoba untuk berobat diminta perawat di bagian pendaftaran menceritakan riwayat penyakit kepada mereka.

Setelah perawat mencatat, maka catatan riwayat penyakit itu akan diberikan kepada dokter. Kemudian, pasien akan diberikan resep tanpa ketemu secara langsung dengan dokter tersebut.

Menurut perawat itu, kebijakan dokter tak bisa kontak langsung dengan pasien diberlakukan setelah adanya kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sumsel.

Terkait hal ini, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Palembang, DR Dr Zulkhair Ali, Sp. PD-KGH FINASIM mengatakan, semua orang berpotensi saling menularkan, sehingga jangan diartikan dokter tidak mau kontak dengan pasien karena takut ketularan dengan pasien.

Akan tetapi menurut Zulkhair, justru sebaliknya dokter takut menularkan penyakit dengan pasien, sebab seorang dokter kesehariannya bertemu dengan banyak pasien.

Sehingga potensi dokter ketularan penyakit sangat besar,  sehingga peluang untuk menularkan dengan orang lain juga besar.

Praktik dokter bersama di Jalan Parameswara Palembang.

 

Maka dari itu, seorang dokter, menurut Zulkhair, harus menjaga kontak dengan pasien, menjaga jarak paling tidak satu meter, dan kalau pasien yang tidak harus diperiksa tidak perlu diperiksa, dan seorang dokter harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Sebenarnya itu panduan dari pemerintah, dalam arti kata bukan hanya antar pasien dan dokter, akan tetapi semua kegiatan semua begitu, antar penjual dan pembeli, antar kita di rumah seperti antar suami dan istri. Saya juga menjaga jarak di rumah dengan anak dan cucu, karena saya juga ada kemungkinan membawa penyakit,” kata dokter spesialis Penyakit Dalam yang berpraktik di RS Hermina Palembang ini.

Untuk dokter yang menutup praktiknya, Zulkhair mengatakan, pihaknya menganjurkan tetap membuka namun dengan syarat memakai APD lengkap.

Akan tetapi bagi dokter-dokter yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti sudah berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki penyakit yang tidak diketahui, maka sebaiknya harus tutup dulu praktiknya untuk sementara waktu.

Namun bagi dokter yang berusia masih muda, berpotensial, dan sehat, Zulkhair menyarankan tetap membuka praktik dengan menggunakan APD lengkap.

Mengenai adanya dokter tidak mau ketemu langsung dengan pasien dan hanya melihat riwayat penyakit yang ditulis perawat dari pasien, Zulkhair mengatakan, sebaiknya seorang dokter harus memilah-milah jenis penyakitnya.

“Artinya begini nanti dokter itu akan memutuskan ada penyakit bisa dengan anamnesis (wawancara) saja atau sekadar konsultasi, namun ada penyakit yang memang harus diperiksa betul, kayak orang sakit jantung tidak bisa diperiksa dari jauh, dan ada penyakit diperiksa cukup melalui laboratorium. Seharusnya dokter harus bisa memilah-milah itu,” jelasnya. (edo)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.