Padi Jenis Kahayan Tahan Terhadap Cuaca Ekstrem dan Hama Wereng Coklat, Namun Ini Kelemahan

Kamis, 5 September 2019
Bupati Mura H Hendra Gunawan didampingi Wakil Bupati Hj Suwarti bersama Kepala Batan Prof Dr Anhar Riza Antariksawab panen raya padi di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (4/9/2019).

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Musim kemarau tak menghalangi petani di Kabupaten Musirawas (Mura) untuk melaksanakan panen raya padi berjenis kahayan.

Ini dibuktikan dengan panen raya yang dilaksanakan Bupati Mura H Hendra Gunawan didampingi Wakil Bupati Hj Suwarti bersama Kepala Batan Prof Dr Anhar Riza Antariksawab.

Read More

Kegiatan panen raya padi varietas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) digelar di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (4/9/2019).

Panen raya tersebut dihadiri rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Polewalimandar, rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, perwakilan dari Kabupaten Rejang Lebong, Forkopimda Kabupaten Mura, dan masyarakat Tugumulyo.

Bupati Mura, Ir H Hendra Gunawan mengucapkan selamat datang kepada Kepala Batan, Prof Dr Anhar Riza Antariksawan ke Kabupaten Mura.

“Tentunya melalui kerjasama dengan Batan yang sudah terjalin selama ini telah memberikan manfaat bagi petani di Mura. Saat ini kita telah dilakukan panen raya padi varietas Batan melalui program Agro Techno Park (ATP) dan ini merupakan kerja sama Batan untuk Mura,” ucapnya.

Dia berharap kedepan semakin banyak hasil kajian Batan melalui program ATP untuk dapat menciptakan varietas padi yang memiliki kualitas dan keunggulan untuk para petani di Kabupaten Mura, sehingga produktivitas padi petani dapat meningkat.

“Produktivitas padi petani meningkat maka akan berdampak kepada peningkatan perekonomian petani dan juga akan memberikan sumbangsihnya dalam menjaga ketahanan pangan bagi Mura, daerah-daerah sekitar dan bahkan Sumsel,” katanya.

Sementara itu, Kepala Batan, Prof Dr Ir Anhar Riza Antariksawan mengatakan, program ATP ini akan terus dilakukan dan Batan berharap setiap melakukan penelitian masing-masing daerah juga dapat ikut melakukan penelitian tersebut sehingga hasilnya dapat diberikan kepada para petani.

“Harapan kita ATP ini akan tetap ada dan kerjasamanya nanti melalui kita punya program Pasar Jumat namanya National Science Techno Park (NSTP), jadi nanti kita akan tetap melakukan kerja sama itu terutama dalam melakukan penelitian dengan harapan dari daerah juga bisa melakukan penelitian bersama kami,” katanya.

Dia mengakui bahwa keberadaan ATP Batan yang ada di Kabupaten Mura dinilai cukup baik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, dan nantinya NSTP (National Science Techno Park) yang dimiliki Batan diharapkan pada tahun 2024 dapat menjadi lebih besar daripada saat ini.

Diteruskannya, di dalam menghadapi perubahan iklim yang ekstrim seperti saat ini, pihaknya akan terus melakukan penelitian dan pengembangan (Litbang) sehingga nantinya akan didapat hasil litbang yang tahan terhadap cuaca seperti itu.

“Selama ini kita selalu konsentrasi kepada peningkatan produktivitas tinggi, tetap kondisi cuaca yang ekstrim seperti saat ini tidak akan selalu tahan dan ini juga yang menjadi perhatian kita bagaimana hasil penelitian nanti dapat ditemukan tanaman-tanaman yang tahan terhadap iklim itu tadi,” jelasnya.

Ke depan dia berharap NSTP ini akan diarahkan untuk melakukan inovasi-inovasi baru bukan hanya pada bidang pertanian, namun mulai mengarah kepada teknologi lainnya seperti pengawetan makanan, kesehatan, dan energi sehingga nantinya akan menggerakkan juga Usaha Kecil dan Menengah.

Di tempat yang sama, Plt Dispernakan Mura, Tohirin menyampaikan laporan kondisi dan padi yang dilakukan panen raya.

Jenis padi yang ditanam varietas BATAN yakni jenis padi Kahayan dengan jenis sawah irigasi, kadar air 15.3 persen, berat dalam 1000 butir seberat 27 gram.

Di tanam ‎dari kelompok Tani Makmur di ketuai oleh, Wakidi, dengan l‎uas lahan sawah sekitar 2,5 hektar, berjarak tanam 25X25 cm ‎dan hasil panen 8,60 ton gabah, kemudian setelah digiling menghasilkan 7,38 ton gabah kering dengan hasil 4,70 ton beras.‎

“Para petani berharap varietas ini ditanam di Mura, dan perlu diketahui padi ini tahan terhadap hama wereng namun rentan terhadap angin karena mudah patah,” pungkasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts