Oow, Wanita Punya Penghasilan Tinggi, Pria pun Terintimidasi

Ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com – Di era sekarang yang emansipasinya semakin tinggi, sudah sangat lumrah jika dijumpai ada wanita yang mempunyai penghasilan lebih tinggi dari pasangannya. Bahkan menurut salah satu survei yang dilakukan oleh majalah gaya hidup, Grazia, sebanyak 10 persen wanita di dunia merasa bersalah karena memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami atau pasangannya.

Survei itu juga menyebutkan bahwa penghasilan wanita yang lebih besar memengaruhi hubungan. Mayoritas hubungan yang dijalani oleh pasangan di mana wanita berpenghasilan tinggi ketimbang pria berakhir kandas.

Umumnya, hubungan berakhir karena dipicu perselingkuhan yang dilakukan oleh pihak pria.

“Saya pikir, pria merasakan penolakan dan guncangan ego ketika penghasilannya lebih rendah dari pasangan,” jelas Diana Goss, Psychosexual and Relationship Therapist sebagaimana dikutip dari laman female kompas.

Menurut Goss, uang merupakan persoalan sensitif dan bisa menumbuhkan rasa cemburu pada pria ketika penghasilannya kecil.

Zaman yang modern, kata Goss, tidak mengubah pemikiran pria bahwa mereka harus menjadi tulang punggung keluarga.

Alhasil, ketika tanggungjawab itu gagal terwujud, maka pria akan merasa benar-benar putus asa dan bisa menyalahkan pasangan.

“Pria dewasa di zaman sekarang, mereka tumbuh dengan bibit pemikiran tradisional, yakni pria dalam segala aspek kehidupan merupakan pemimpin keluarga,” urainya.

Perbedaan penghasilan sangat berpotensi menciptakan konflik yang berujung pada perceraian atau perpisahan.

Sementara itu, Nigel Summerton, Couple Counsellor, ketidaksanggupan pria beradaptasi dengan kesetaraan jender dan emansipasi wanita menimbulkan masalah yang sangat sensitif.

Pasalnya, gerakan emansipasi mendorong wanita untuk lebih mandiri dan tidak mengandalkan orang lain dalam menjalani kehidupan.

Pria yang merasa terintimidasi melihat wanita mandiri dan mapan sebagai daya tarik sekaligus ancaman.

“Mereka menyukai sosok wanita cerdas yang sukses, tetapi mereka tidak cukup percaya diri untuk menjadi pendamping mereka,” pungkas Summerton. (adm3)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.