Baturaja, Sumselupdate.com – Merasa diperlakukan tidak manusiawi, Rizal (42) warga Desa Lubuk Leban, Kecamatan Sosoh Buay Rayap (SBR), Kabupaten OKU terpaksa melaporkan seorang oknum aparatur desa berinisial T ke Polsek SBR dengan nomor LP-B/03/lll/2018/SUMSEL/OKU/SEK SBR, pada 18 Maret lalu.
Saat dibincangi Rizal mengaku kalau terlapor T merupakan Kepala Desa Lubuk Baru, Kecamatan SBR. Diduga T ikut melakukan pengeroyokan terhadap dirinya, ketika korban tengah mengambil gambar video seorang biduan, di acara orgen tunggal dalam sebuah hajatan pernikahan di Desa Penantian, Kecamatan SBR beberapa waktu lalu.
Rizal mengaku, peristiwa itu tersebut terjadi pada 18 Maret, sekitar pukul 2.15 saat acara orgen tunggal di Desa Penantian. Sebelum kejadian, korban sedang berada di atas panggung dan mengambil gambar vidio menggunakan ponsel.
Disaat bersamaan, menurut Rizal, dia melihat T berada di atas panggung dan diduga ikut berjoged. Disaat dia sedang merekam vidio sang biduan dengan Hp, tiba-tiba dia langsung dipeluk T sambil memarahinya agar jangan merekam video.
“Terus aku langsung turun panggung, dan duduk menjauh dari panggung. Tapi dia (terlapor-red) tak lama kemudian mendatangi aku lagi, sambil merangkul leher aku,” terang Rizal, Jumat (23/3/2018).
Selanjutnya sambung Rizal, disaat oknum Kades merangkul lehernya, ia langsung berkata kepada T jika mereka masih ada hubungan saudara dan meminta agar tidak salah paham.
Tapi rupanya, ujar Rizal disaat itulah tiba-tiba dirinya diduga dipukul oleh seseorang dari belakang. “Terus yang lain ikut memukul banyak aku dak bisa ngitungnyo lagi. Cuma yang aku ingat ado 3 orang salah satu diantaranya yakni T,” aku Rizal.
Usai kejadian, tambah Rizal dia langsung melakukan visum dan segera melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek SBR. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek SBR,” tandas Rizal.
Sementara itu, Kapolsek SBR AKP Solihin A Roni saat dikonfirmasi Jumat (23/3), membenarkan adanya laporan yang disampaikan Rizal kepihaknya. Menurut Kapolsek, dari penyelidikan sementara pihaknya, kasus dugaan pengeroyokan ini terjadi karena salah paham saat pelapor yang diduga tengah berupaya merekam gambar video T saat ikut berjoged di atas panggung.
“Dari keterangan yang kami dapat, dia (Rizal-red), diduga tengah berupaya merekam vidio T saat sedang joged di atas panggung. Sehingga membuat T marah dan merangkul leher Rizal agar tidak usah merekam,” terang Kapolsek.
Ditambahkan Kapolsek, dirinya sudah memerintahkan penyidik untuk menangani kasus ini secara profesional. “Kasus ini sedang ditangani penyidik. Tentunya tiap laporan yang ada akan kami terima,” pungkasnya. (wid)











