Oknum ASN Dinas Kesehatan OKU Timur Diduga Aniaya Jurnalis

Selasa, 28 Mei 2019
Korban penganiayaan membuat laporan.

Martapura, Sumselupdate.com – Hendak menjalankan tugas sebagai jurnalis, Imam Tasrul (24) wartawan Sriwijaya TV diduga dianiaya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (28/5/2019).

Tdak terima dengan perlakuan oknum PNS Dinkes itu, Imam melaporkan tindakan oknum tersebut ke Mapolres OKU Timur yang tertuang dalam TBL-B/67/V/2019/OKUT LP-B /67/v/2019/sumsel/OKUT, 28 Mei tentang pengeroyokan.

Read More

Imam yang tinggal di Perumahan Guru, Kelurahan Tebatsari, Kecamatan Martapura sempat dikeroyok oknum ASN dan dua rekannya.

Bahkan diduga Imam dikejar dari kantor Dinkes sampai ke Masjid Pemkab OKU Timur. Selain itu oknum ini juga sempat ingin merampas kunci sepeda motor milik Susi Riwayati rekan seprofesi korban.

Saksi mengungkapkan, peristiwa yang dialami Imam dengan Susi tersebut berawal keduanya meminta ingin menemui salah satu pejabat di lingkungan Dinkes sesuai permintaan Kadinkes instansi terkait.

Saat Imam berjalan menuju salah satu pintu yang bukan ruangan Kadinkes, tiba-tiba salah satu staf Dinkes yang duduk di parkiran menegur kedua korban.

“Galak-galak betanyo dek di sini ado satpam, Imam menjawab siap kak,” ucap salah seorang saksi yang enggan disebut namanya menirukan ucapan terlapor dan korban.

Kemudian kedua jurnalis ini naik ke lantai dua. Ketika imam sudah selesai menemui pejabat Dinkes tersebut, lalu keduanya turun ke bawah. Sampai di lantai bawah, terjadi adu mulut dengan oknum ASN yang menegur tadi.

Imam Tasrul sempat diduga dianiaya oknum ASN dan dua rekannya.  Di saat sedang terjadi pergulatan, ada beberapa petugas Dinkes sempat melerai pertikaian tersebut.

“Kemudian Imam Tasrul berlari ke arah Masjid Pemda. Namun dia tetap dikejar tiga orang pegawai Dinkes, dengan menunggangi sepeda motor berboncengan tiga orang. Di sana Imam Tasrul kembali dipukuli lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Imam Tasrul mengaku, sebagai seorang jurnalis ingin mencari berita di Dinkes OKU Timur. Namun sesampainya di kantor dinas itu, Imam mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari oknum PNS di Dinkes tersebut.

“Saya dipukul dan dikeroyok bahkan dikejar oleh orang tiga hingga ke Masjid Pemkab OKU Timur,” katanya.

Mengetahui adanya kabar salah satu wartawan diperlakukan tidak mengenakkan, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur, Tri Angga merespon lalu melaporkan penganiayaan ini. Menurutnya intimidasi itu merupakan pelecehan terhadap profesi sebagai jurnalis.

“Ini sudah tidak bisa dimaafkan, peristiwa yang dialami rekan seprofesi tersebut sudah melanggar undang-undang pers yakni menghalang-halangi kerja jurnalis. Kami mengecam keras pelecehan profesi, ini sekaligus merupakan pertentangan melawan kebebasan pers dan kehidupan berdemokrasi,” tegasnya.

Mewakili korban dan segenap rekan jurnalis dirinya akan melakukan pengawalan terhadap kasus itu. “Untuk sekarang kami juga melakukan pendampingan untuk rekan kami Imam Tasrul, karena ia telah mengalami trauma dan memar luka akibat pemukulan,” terangnya. (mat)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts