OKI Kembali Bakal Cetak Sawah, Tahun Ini Berjumlah 300 Hektar

Syahrul MSi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Holtikultura OKI

Kayuagung, Sumselupdate.com – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kembali mendapatkan program cetak sawah dari Kementerian Pertanian (Kementan), dan tahun ini mendapatkan sebanyak 300 hektar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Holtikultura Kabupaten OKI, Syahrul MSi kepada Sumselupdate.com, menjelaskan jumlah cetak sawah pada tahun 2020 hanya 300 hektar saja.

Bacaan Lainnya

“Bila kita melihat jumlah cetak sawah di OKI, dari tahun 2019 tidak ada, kemudian, pada tahun 2018 sebanyak 300 hektar, lalu, pada tahun 2017 sebanyak 9 ribuan hektar dan jika kita jumlah cetak sawah di OKI mencapai puluhan ribu hektar, hingga kini,”ujar Syahrul saat dikonfirmasi di ruang kerja.

Dikatakannya, cetak sawah ini masih dilaksanakan di OKI sebab untuk menutupi alih fungsi lahan di beberapa daerah. Kemudian, kata dia, untuk ditingkatkan lagi optimalisasi lahan. Dimana lahan-lahan yang reguler selama ini belum optimal akan ditingkatkan lagi.

“Tadinya, hanya panen setahun satu kali. Kita harapkan menjadi panen dua kali atau IP 100 menjadi IP 200. Dan yang sudah panen dua kali kita tingkatkan lagi menjadi produktivitas, paling tidak 0,5 sampai satu tahun sampai satu ton gabah kering per hektar. Dan kalau biasa mendapatkan lima ton kita harapkan dengan  optimalisasi lahan ini menjadi 6 ton per hektar,”urainya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk meningkatkan produktivitas pertanian juga pihaknya memanfaatkan alat pertanian yang ada.

“Sebab saat ini, Alhamdulillah, OKI mendapatkan kucuran alat mesin pertanian (Alsitan) dari provinsi dan Kementan, terimakasih kepada Pak Presiden. Dan ini sangat membantu masyarakat untuk percepatan tanam
yang tadinya pengelolaan tanah lamban dengan alat pertanian yang ada maka akan dipercepat. Sehingga antara jarak tanam dan panen tidak terlalu jauh. Dan kita dapat menghindari banjir setiap tahun. Dan berhasilnya kegiatan ini pula tidak lepas dari perjuangan Bapak Bupati OKI, Iskandar SE untuk memperjuangkan petani yang ada,”katanya.

Ketika ditanya soal pembinaan kelompok tani, Syahrul mengatakan pihaknya kerap melakukan pembinaan secara berjenjang baik dari pihaknya tingkat kabupaten, lalu ke kecamatan dan ke penyuluh dan
petugas pertanian yang ada di lapangan.

“Dengan cara ini petugas dilapangan dan kita yang ada merasa dekat denga petani dan selalu siap memberikan solusi bagi petani jika memang memiliki kendala atau hambatan dilapangan. Intinya adala kita selalu berada di tengah-tengah para petani,”tukasnya. (ban)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.