OJK Nilai Kasus Jiwasraya Masih Terlalu Kecil

ilustrasi, istimewa

Jakarta, Sumselupdate.com– Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menghubungkan kasus tersebut dengan ekonomi domestik yang masih tumbuh stabil di kisaran 5 persen. Kasus asuransi seperti Jiwasraya, AJB Bumiputera, ASABRI, Taspen dikatakan terbilang masih dalam skala kecil.

Wimboh menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 5 persen dan di beberapa lembaga keuangan yang mengalami penanganan ini sehingga nilai (size-nya) masih kecil dibanding industri-industri,” katanya.

Bacaan Lainnya

Wimboh menuturkan, hingga saat ini stabilitas industri keuangan masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang masih di angka 6,08 persen.

Pertumbuhan aset asuransi juga masih mencapai Rp 1.325,7 triliun per Desember 2019, meningkat 64,1 persen dibandingkan 2014 yang hanya Rp 807,7 triliun.

Tak hanya itu, nilai investasi industri asuransi juga meningkat dari sebelumnya Rp 648,3 triliun di 2014 menjadi Rp 1.141,8 triliun sepanjang tahun lalu.

Secara rinci, premi asuransi komersial pada 2019 sebesar Rp 169,86 triliun untuk premi asuransi jiwa dan premi asuransi umum atau reasuransi sebesar Rp 91,79 triliun.

Sementara tingkat permodalan Risk Based Capital (RBC) pada 2019 sebesar 329,3 persen untuk asuransi umum dan 725,4 persen untuk asuransi jiwa. Angka tersebut masih di atas ambang batas permodalan asuransi minimal 120 persen. (rns)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.