Palembang, Sumselupdate.com – Pembangunan enam tower rumah susun di atas lahan seluas 5 hektar yang berlokasi di Jakabaring, Palembang akan selesai sebelum Asian Games. Pembangunan yang terkoneksi langsung dengan Light Rail Transit (LRT) dan Jalan Musi IV ini, akan diperuntukkan bagi perhelatan Asian Games 2018.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Perum Perumnas telah menandatangani perjanjian kerjasama dalam pembangunan Perumahan Nasional tentang pembangunan dan penyediaan rumah susun umum yang berlokasi di Jakabaring, Palembang.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin bersama Direktur Utama Perum Perumnas, Hinawan Arief Sugoto di Griya Agung Palembang, Rabu (18/5).
“Ini merupakan pembangunan Rusunawa 6 tower 23 lantai sebagai proyek nasional non-APBN,” ujar Alex.
Alex menjelaskan, Pemprov Sumsel menyambut baik terobosan pada pembangunan atas wisma atlet Jakabaring ini. Hal ini juga sebagai dukungan Pemprov Sumsel dalam menyelenggarakan Asian Games 2018 di Indonesia, tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perumnas, Hinawan Arif Sugoto mengatakan, kawasan hunian atlit ini akan menjadi yang terbesar dan terintergrasi di Palembang. Ini merupakan terobosan baru yang diinisiasi oleh Perumnas dengan tidak terlalu membebankan APBN.
Ia menjelaskan, peletakan batu pertama (ground breaking) 6 tower 23 lantai tersebut akan dilakukan pada akhir bulan ini. Kemudian untuk pembangunan akan selesai pada semester II-2017 atau sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.
Guna melengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial, Perumnas akan membangun rusun tersebut dengan kualitas hotel berbintang 3 di mana akan dilengkapi dengan function hall dan fasilitas hunian atlet.
“Mengingat konsep yang ditawarkan pada rumah susun ini adalah rusunami maka sesudah selesainya perhelatan Asian Games 2018, hunian akan ditargetkan kepada PNS, intitusi Sumsel maupun masyarakat Sumsel,” terang Himawan.
Lebih lanjut Hinawan menjelaskan, pembangunan kawasan hunian terpadu wisma atlet Jakabaring merupakan salah satu kontribusi Perumnas terhadap negara dengan menghadirkan konsep rusunami, dimana tidak membebani APBN ke depannya.
Menurut dia, penggalakan inisiasi minim dukungan dana APBN seperti ini dapat digulirkan ke depannya di berbagai wilayah perkantoran selama terdapat kerjasama dengan Pemerintah provinsi, pemilik lahan dan Perumnas. Seperti halnya Wisma Atlet Jakabaring ini, dengan tidak membebani APBN tetap didukung oleh Pemprov Sumsel di sisi perizinan dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di sisi pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Dengan area yang cukup strategis dan untuk memfasilitasi hunian dalam jumlah masif, maka pembangunan bangunan vertikal adalah suatu kewajiban dan diharapkan hal ini dapat dicontoh ke wilayah-wilayah lainnya. Hal ini juga dalam menyiasati mahalnya harga lahan di tempat yang strategis dan juga dukungan pada program sejuta rumah,” sambung Himawan.
Terpisah dari proyek Asian Games ini, Perumnas juga tengah berproses dalam penanganan urban renewal di area Ilir Barat Palembang.
“Kami meremajakan rumah susun lama menjadi kawasan rusun dengan jumlah 12 tower yang mampu menciptakan 3.600 unit hunian. Dimana dapat merumahkan sekitar 14 ribu jiwa,” jelasnya.
Menurutnya, atas dukungan positif dari Pemprov Sumsel, hal ini juga dapat mempercepat proses program renewal di provinsi ini. (ery)











