Ngaku Ditampar dan Ditikam Istri, Seorang Pria di Palembang Lapor ke Polisi!

Penulis: - Selasa, 25 Juni 2024
Eko Apriansyah saat melapor ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang usai mengaku menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Selasa (26/6/2024).

Palembang, Sumselupdate.com –¬†Seorang suami di Kota Palembang melaporkan istrinya setelah menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Selasa (26/6/2024).

Korban Eko Apriansyah (31), warga Jalan Robani Kadir, Kecamatan Plaju, Palembang melaporkan istrinya berinisial AR.

Bacaan Lainnya

Diceritakan korban, peristiwa KDRT yang dialaminya terjadi di kediamannya Jalan Robani Kadir, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Palembang, pada Minggu (23/6/2024) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Awalnya saya terlibat cekcok mulut dengan istri AR berlanjut dengan pertengkaran, kemudian terlapor menampar saya sebanyak dua kali,” jelas korban kepada petugas piket SPKT Polrestabes Palembang.

Setelah melakukan penamparan, diakui korban, lalu terlapor istrinya tersebut pergi ke dapur. “Saya tidak tahu ternyata dia ke dapur mengambil pisau. Dengan pisau itulah, dia menusuk kearah leher, untung terkena sedikit,” bebernya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di leher dan lebam di pipi sebelah kanan dan kiri.

“Saya berharap dengan membuat laporan ini, terlapor bertanggung jawab atas perbuatannya dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Sementara itu, laporan dari korban telah diterima pihak SPKT Polrestabes Palembang. Selanjutnya laporan diserahkan ke unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, untuk ditindaklanjuti. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.