Narkoba Menjadi Mesin Pembunuh

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar silaturahmi akbar serta dialog interaktif bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Bertempat di Gedung Academy Center UIN Raden Fatah, Selasa (29/3), acara tersebut diikuti semua jajaran, baik pemerintahan, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dan pelajar.

Komjen Budi Waseso mengatakan, sejak menduduki jabatan sebagai Kepala BNN, September lalu, dirinya diberi tanggung jawab besar menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Pria yang akrab disapa Buwas juga menjelaskan, narkotika merupakan mesin pembunuh nomor satu, dimana kehancuran negara diawali dengan generasi mudanya terjerumus ke dalam narkoba.

“Sehari 40 sampai 50 orang meninggal karena narkoba, dan 5 juta lebih masyarakat Indonesia yang menjadi pemakai narkoba,” katanya, Selasa (29/3).

Dikatakannya, tidak ada istilah bagi pengguna yang sudah terjerumus dari narkoba akan kembali menjadi normal, walaupun sekali dia sudah direhabilitasi. “Sekali mengonsumsi narkoba, sulit untuk kembali normal. Apalagi, sudah kecanduan,” katanya.

Ditambahkan Buwas, narkoba tidak hanya beredar di kota-kota besar saja, tapi juga sudah masuk seluruh pelosok negeri. Bahkan, Indonesia menjadi pangsa terbesar peredaran narkoba di Asia Tenggara (ASEAN). “Selama 2015, BNN menyita 6 ton narkotika jenis sabu yang beredar. Berarti BNN berhasil menyelamat 30 juta generasi muda,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Buwas, komitmennya tegas terhadap narkoba. Yakni, terus melakukan pemberantasan peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya. “Salah satu kendala yang dihadapi dalam memberantas narkoba adalah masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Hukum di Indonesia belum tegas kepada bandar narkoba dan masih ada celah bagi pengedar bermain mata dengan penegak hukum,” ujarnya.

Menurut Buwas, 50 persen lebih peredaran narkoba dikendalikan dalam lapas. Keterlibatan oknum pegawai lapas lah menjadi salah satu penyebab pengendalian narkoba di dalam lapas. Dengan segala cara serta kekuatan para pengedar dan semakin luar biasa peralatan mereka gunakan untuk tidak terdeteksi dari BNN.

“Kami berharap penanganan narkoba tidak terpaku pada satu institusi saja yaitu BNN, melainkan semua institusi ikut bersama dalam memberantas narkoba di Indonesia, termasuk kekuatan TNI diikut sertakan dalam pemberantasan,” tambahnya.

Saat ini, sudah beredar 541 narkotika jenis baru yang beredar di dunia. dari jumlah tersebut, menurut Buwas, 41 jenis baru sudah masuk ke Indonesia. “Sebanyak 28 jenis baru di Indonesia yang sudah beredar ini belum ada hukum yang menyatakan ke dalam golongan narkoba jenis apa,” pungkasnya. (erk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.