Nafkahi 4 Anak dan 6 Cucu, Wanita Paruh Baya di Palembang Nekat Jadi Kurir Narkoba

Tersangka Rokiyati (orange) saat diamankan

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Tingginya kebutuhan ekonomi membuat Rokiyati (42), seorang nenek nekat menjadi kurir shabu. Aksinya terhenti saat anggota Reskrim Polsek Ilir Timur I menangkapnya di Jalan Rawa Bendung Lorong Jambu Kecamatan Ilir Timur II, Minggu (13/09/2020).

Bacaan Lainnya

Wanita paruh baya yang tinggal di Jalan Slamet Riyadi Lorong Karyawan Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur II kedapatan menjual sabu sebanyak dua kantong di sana.

“Barang tersebut didapat Rokiyati dari tersangka berinisial E yang sudah kami dapati sebelumnya. Tersangka E menjanjikan sejumlah uang kalau berhasil menjual barang haram tersebut. Dalam sehari ia berhasil menjual dua kantong dengan harga 800 ribu per paketnya,” ujar Kapolsek Ilir Timur IIĀ  kepasa Sumselupdate.com, Minggu (4/10/2020).

Lebih lanjut, dalam sehari Rokiyati berhasil menjual dua paket kecil ke konsumen yang memesankan barang haram tersebut. Kemudian hasil upah yang diberikan kepadanya digunakkannya untuk kebutuhan anak dan cucunya kesayangannya.

Rokiyati ditangkap setelah sebelumnya polisi berhasil menangkap tersangka Jamaludin (47) ASN Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) yang ditangkap saat sedang mengkonsumsi sabu di rumahnya di Jalan Rawa Bendung lr Jambu Kelurahan, 9 Ilir Kecamatan, Ilir Timur II.

“Rokiyati yang sudah memiliki enam cucu ini kami tangkap di rumahnya, setelah kami merima laporan tersangka Jamaludin yang membeli kepadanya. Dan dari pengakuan tersangka, ia nekat menjual sabu karena himpitan ekonomi lantaran baru baru ini suaminya meninggal dunia. Sehingga membuat dirinya menjadi tulang punggu keluarganya,”jelas Denni.

Atas tindakkannya tersebut pelaku tersebut terjerat pasal 127 ayat 3 dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun.

Sementara pengakuan tersangka nekat berjualan sabu karena tidak ada pilihan lagi. Ditambah Rokiyati harus menjadi tulang punggung dirumah dan keempat anak serta enam cucunya harus dikasih makan.

“Lumayan pak hasil penjual sabu satu paket bisa di jual 800 ribu rupiah, dari hasil itu saya bisa mendapatkan 200-100 ribu rupiah,”kata.

Dikatakannya bahwa ia berkelit tak mengakui mengenal tersangka Jamaludin yang ditangkap sebelumnnya. Lebih rinci bila ada konsumen yang ingin membeli sabu-sabu mereka dapat datang ke rumahnya.

Bukan dari dia barang tersebut saya dapat. Tapi dia yang beli, dan yang beli banyak bukan Jamaludin bae pak memang ia pernah beli di saya itu kalau tidak salah hanya satu kali. Selama satu bulan bisnis banyak yang beli jadi tidak tau siapa saja,”akhirnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.