MUI Sinyalir Ajaran Dimas Kanjeng Menyimpang

Minggu, 2 Oktober 2016
Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Jakarta, Sumselupdate.com– Ada indikasi kuat terjadi penyimpangan dalam doa salawat fulus yang dijalankan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Hal ini disinyalir oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan.

“Misalnya salawat yang dibacakan tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Alquran dan sunah,” ujarnya dalam perbincangan dengan salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta, Minggu (2/10).

Menurut Amirsyah, salawat merupakan bacaan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan fulus, berasal dari bahasa Arab yang berarti uang.

Amirsyah menyebutkan dugaan penyimpangan itu muncul setelah MUI Jawa Timur melakukan investigasi terhadap ajaran Dimas Kanjeng.

Advertisements

“Dalam waktu dekat, akan dibuat kesimpulan (berupa) rekomendasi atau fatwa (soal ajaran Dimas Kanjeng),” tegasnya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang mesti dilihat dalam kasus Dimas Kanjeng ini. Pertama, soal penggandaan uang. Masalah itu, merupakan wewenang pihak Kepolisian untuk mengusutnya.

Kedua, soal pengikut Dimas yang melakukan doa dan zikir. “Kalau berdoa untuk tingkatkan keimanan boleh, tetapi praktik di luar itu harus diteliti lebih jauh, apakah ada ucapannya yang lain,” ujarnya.

Karena itu, MUI Jawa Timur lantas melakukan investigasi. “Tugas MUI melindungi umat dari pemahaman, pemikiran yang menyimpang,” ujarnya.

Sebelumnya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap pasukan gabungan Polda Jawa Timur dan Polres Probolinggo, Kamis (22/9) lalu. Dia disangka sebagai dalang pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani, serta disangka menipu ribuan pengikutnya dengan dalih penggandaan uang. (shn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.