Muddai Madang Siap Lepas Seluruh Saham di Sriwijaya FC

Sriwijaya FC

Palembang, Sumselupdate.com – Pemilik saham mayoritas Sriwijaya FC Muddai Madang secara mengejutkan siap melepas seluruh saham milik di klub yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri itupun menyatakan bersedia memberikan sahamnya di tim Laskar Wong Kito jika ada pihak yang berminat.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat senang jika ada pihak yang benar-benar ingin mengurus Sriwijaya FC, meskipun saya harus melepas saham mayoritas,” ujar Muddai, Selasa (18/12/2018).

Pernyataan Muddai ini muncul usai banyaknya hujan kritik yang dialamatkan terhadap dirinya, pasca Sriwijaya FC terdegradasi ke kompetisi Liga 2. Banyak yang menginginkan adanya perombakkan tim dimulai dari manajemen.

Salah satunya ialah Wakil Ketua Tim SAR Penyelamat Sriwijaya FC bentukan Gubernur Herman Deru, Hendri Zainuddin.

Mantan manajer Sriwijaya FC itu meminta Muddai Madang untuk menyerahkan pengelolaan PT SOM kepada gubernur, untuk selanjutnya, dibentuk pengelola yang baru.

“Bagi saya tidak masalah. Saya bersedia melepas semuanya jika ada yang berminat. Bagi yang berminat silakan berkomunikasi langsung dengan saya,” ungkap Muddai.

Sebelum menjabat Direktur Utama PT SOM, Muddai hanya berada dibalik layar pengelolaan karena posisinya sebagai komisaris, sejak mulai mendirikan perusahaan ini di tahun 2008.

Pengelolaan Sriwijaya FC sepenuhnya menjadi wewenang Presiden Klub Dodi Reza Alex dan jajaran direktur. Namun, lantaran terjadi persoalan finansial yang cukup pelik di pertengahan tahun 2018, tepatnya di bulan Juni, membuat Muddai terpaksa turun tangan.

Apalagi di kemudian hari Dodi Reza menyatakan dirinya sebenarnya sudah lama melepaskan jabatan sebagai presiden klub saat sudah bertugas sebagai Bupati Musi Banyuasin.

Saat turun langsung mengurus Sriwijaya FC, Muddai hanya ingin menjaga eksistensi tim berkompetisi di Liga 1, dengan menanggulangi persoalan keterlambatan pembayaran gaji hingga memastikan adanya dana untuk keberangkatan tim melakoni laga away.

Walau sudah berupaya maksimal mengorbankan dana, pikiran dan tenaga, Muddai mengaku dirinya sangat terpukul karena tim ini tidak terhindar dari degradasi hingga harus turun kasta ke Liga 2. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.