Muba Tingkatkan Pengawasan Mobil Angkutan dan Putaran Balik

Rapat Rutin Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Sekayu, Sumselupdate.com – Guna meminimalisir masalah lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Muba meningkatkan pengawasan mobil angkutan dan U-turn atau putaran balik.

Hal itu terungkap saat Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Yusuf Amilin, memimpin Rapat Rutin Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terkait Evaluasi U-turn (putaran balik) di dalam Kota Sekayu, dan Pangawasan Angkutan Barang, serta Evaluasi Manajamen Rekayasa lalu lintas, di Ruang Rapat Randik, Selasa (19/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan ini, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Yusuf Amilin mengatakan, dalam melakukan rapat ataupun survey langsung untuk melakukan evaluasi di Jalan Raya itu, dibutuhkan tanggungjawab yang besar, dengan melepaskan ego sektoralnya. Menjalin komunikasi yang baik serta rutin melakukan koordinasi terhadap instansi-instansi yang terkait.

“Hal ini dilakukan agar tempat yang menjadi perhatian itu dapat lebih dipikirkan. Setelah itu mencari sebuah solusi dengan membuat keputusan yang baik untuk kedepannya,” ungkap Yusuf.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba Pathi Riduan menyampaikan, untuk mengatasi beberapa masalah lalu lintas, langkah yang saat ini telah dilakukan yaitu penutupan dan pembukaan u-turn di tempat yang sudah dilakukan survey yaitu di seputaran Jalan Kolonel Wahid Udin Sekayu.

Serta akan direncanakan penambahan rambu-rambu lalu lintas di bahu jalan, karena saat ini, masih ada pengendara jalan jika melihat ruang untuk melanggar lalu lintas cenderung akan melakukan pelanggaran,. seperti berlawanan arah atau berbelok bukan pada tempatnya ini akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Untuk itu, mari kita sama-sama mawas diri untuk bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak menerobos lampu merah saat berkendaraan karena akan menyebabkan kecelakaan terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lain,” ungkapnya.

Kadishub juga menjelaskan beberapa faktor yang sering menjadi penyebab dari kerusakan jalan, yaitu, tidak ada saluran samping jalan, kualitas jalan kurang baik, sering dilalui kendaraan dengan muatan berlebihan, kondisi tanah serta perawatan yang kurang baik.

“Kita juga akan terus meningkatkan pengawasan angkutan  agar mematuhi aturan dan semoga dari rapat yang telah dilakukan hari ini dapat memperoleh solusi dan penanganan baik dari beberapa masalah yang terjadi,” tandasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.