Kayuagung, Sumselupdate.com – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi depan gerbang pintu exit tol Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (27/11), sekitar pukul 09.30 WIB.
Lakalantas yang terjadi di Jalan Simpang Empat Tol Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI antara mobil yang mengangkut jenazah jenis ambulance merek Suzuki APV dan sepeda motor Yamaha Mio Suol BG 2540 KAB.
Akibat lakalantas ini, Rusdi Efendi (54), pengendara ojek mengalami luka robek bagian di pelipis sebelah kiri, luka robek di kepala bagian belakang, dan kuping sebelah kanan keluar darah.
Sedangkan penumpang Yulianti (52), yang berprofesi sebagai guru di Jalan Lingkar 3, Kelurahan Paku, Kayuagung, mengalami patah kaki sebelah kanan. Sementara sopir ambulance tak mengalami luka apapun.
Informasi dihimpun di lapangan, mobil yang mengangkut jenazah jenis ambulance Suzuki APV nopol BH 1095 AE yang dikendarai Junaidi bin Sogor (41), warga Dusun Pintu Air Masjid Sungai Iyu, Kabupaten Aceh Tamiang, datang dari arah jalan lintas mengarah ke gerbang Tol Celikah Kayuagung, hendak menuju Lampung.
Setiba di Simpang Empat Jalan Tol Celikah, muncul sepeda motor Yamaha Mio Suol yang dikendarai Rusdi Effendi yang datang dari arah Simpang Kijang.
Diduga kedua pengemudi tak melihat datangnya kendaraan di depannya, tabrakan pun tak bisa dihindarkan.
Kasat Lantas Polres OKI AKP Amalia Kartika melalui Kanit Laka Iptu M Tamba ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Pengendara ojek dan penumpang sudah dilarikan ke RSUD Kayuagung. Sedangkan sopir mobil ambulance yang membawa mobil jenazah tidak apa-apa,” katanya.
Dikatakannya, Polres OKI telah mengamankan barang bukti berupa satu lembar STNK mobil ambulance, satu lembar SIM A atas nama Junaidi dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul.
Iptu M Tamba mengimbau kepada pengendara agar tetap berhati-hati di setiap persimpangan jalan.
“Ada rambu atau tidak ada rambu harus tetap hati-hati. Kami kerap memberikan imbauan ini kepada masyarakat, begitu di setiap pangkalan ojek selalu kami imbau. Dan bagi yang membawa kenderaan roda empat khususnya, jika mengalami ngantuk harus berhenti di rest area,
sehingga tidak terjadi lakalantas,” katanya. (ban)











