Manila, Sumselupdate.com– Militer Filipina menegaskan pihaknya tengah menyelidiki laporan adanya dugaan rencana kudeta terhadap Presiden Rodrigo Duterte.
Menurut juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Brigjen Restituto Padilla, militer tidak mengetahui apa pun terkait pergerakan di dalam tubuh angkatan bersenjata. Namun demikian, tegasnya, militer secara serius menyelidiki laporan-laporan terkait rencana kudeta ini.
Padilla pun mengakui tidak mengetahui asal-usul informasi rencana perebutan kekuasaan itu.
“Kami tidak mengetahui asalnya, tetapi belakangan muncul perkataan-perkataan itu. Itulah yang dapat saya katakan sekarang, kami secara serius menyelidikinya,” katanya, Senin (3/10), seperti dikutip AFP.
Sebelumnya, Sabtu (1/10), Sekretaris Kabinet Leoncio Evasco mengatakan ia yakin kudeta terhadap Presiden Duterte mungkin saja terjadi, mengingat terdapat banyak orang yang tidak suka dengan cara presiden ini memerintah.
Evasco menyebut mereka adalah pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari perdagangan narkotika atau faksi militer yang tidak senang melihat hubungan militer antara Filipina dan Amerika Serikat melemah belakangan. Meski demikian, Evasco yakin perebutan kekuasaan tidak akan berhasil karena rating Duterte di Filipina tinggi.
Sementara itu, belum lama ini saat berkunjung dan bertemu para warga komunitas pinoy (masyarakat Filipina) di Hanoi, Vietnam, Presiden Duterte menyebut latihan militer gabungan antara AS dan Filipina yang diadakan pada Oktober nanti merupakan latihan yang terakhir. Hal ini tentu saja dapat membuat AS merasa kebingungan, sebab Filipina merupakan sekutu terdekat mereka di Asia Tenggara.
“Saya (akan) memberikan pemberitahuannya kepada Amerika. Saya (juga) akan memberi tahu Anda sekarang bahwa ini akan menjadi latihan militer terakhir. (Tepatnya) latihan militer gabungan antara Filipina-AS,” ujar Duterte, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (29/9).
Rencananya, latihan militer AS-Filipina tahunan akan diadakan di Pulau Luzon dan Palawan pada 4-12 Oktober. Sedikitnya 1.400 tentara AS dan 500 tentara Filipina akan menghadiri latihan militer gabungan tersebut. (shn)











