Baturaja, Sumselupdate.com – Manajemen PT Gunung Pantara Barisan (PT GPB) masih tetap bersikeras membangun pabrik semen meski ada penolakan warga atas rencana tersebut.
Wakil Direktur PT GPB Liem kepada awak media belum lama ini menjelaskan, pihaknya memiliki niat baik yakni ingin memajukan Kabupaten OKU, khususnya di Kecamatan Lengkiti dan Sosoh Buay Rayap.
Meskipun diwarnai penolakan, diakui Liem, rencana pembangunan pabrik sendiri direncanakan akan dimulai pada 2018 mendatang.
Sembari menunggu pelaksanaan pembangunan pabrik, pihaknya tentu sudah harus bersosialisasi, termasuk memantapkan hal-hal yang berkenaan dengan rencana pembangunan pabrik semen.
Dikatakannya, terkait pembangunan pabrik semen baru ini, pihaknya memang akan memproduksi sebuah produk semen baru yang akan dinamakan Semen Gunung Pantara.
Dalam hal ini pemrosesan produk akan dilaksanakan mulai dari pengolahan bahan baku hingga mengepak produk siap jual.
“Kita memang akan memproduksi sebuah semen merk baru, dalam hal ini kita bikin dari hulu ke hilir. Dari menambang sampai jadi produk alias pengepakan,” jelasnya.
Tentu saja papar dia, produk semen Gunung Pantara ini dari sisi kualitas maupun isi akan sama dengan produk-produk semen lainnya, salah satunya semen dari Kabupaten OKU sendiri yakni Semen Baturaja yang sudah mendunia tersebut.
Disinggung alasan pihaknya melakukan investasi dan memilih wilayah Kecamatan Lengkiti untuk melakukan pembuatan semen sekaligus pabrik semen, menurut Liem, pihaknya memilih membangun pabrik di wilayah Lengkiti, karena di daerah Lengkiti berdasarkan hasil survei sebelumnya memiliki potensi bahan baku berupa batu kapur.
Bahkan menurut Liem, potensi bahan baku yang terpendam di wilayah Lengkiti bisa dieksplorasi selama 79 tahun.
“Kami pilih Lengkiti karena di sana ada barangnya, (bahan baku) batu kapurnya. Bahkan potensinya setelah kita eksplorasi, memang ada bahan baku semen untuk selama 79 tahun. Cadangannya saya lupa, tapi cukup sekitar 200 tahun,” sebutnya. (yan)











