Menu Pangan Bergizi Seimbang Cegah Permasalahan Gizi Ganda

Kamis, 15 Agustus 2019

Muaraenim, Sumselupdate.com — Mengkonsumsi pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi ganda yaitu kekurangan dan kelebihan gizi terutama Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis.

Hal ini diungkapkan Bupati Muaraenim yang diwakilkan kepada staf ahli kemasyaratkan dan SDM Pemkab Muaraenim Panca Suryadiharta pada acara pembukaan Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten Muaraenim, di gedung Putri Dayang Rindu Muaraenim, Kamis (15/8/2019).

Read More

Menurut Panca, Peanekaragaman Pangan dan konsumsi pangan merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan unggul yaitu melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat menjadi Iebih beragam, baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein juga sumber vitamin dan mineral.

Konsumsi pangan berkualitas dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat, mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat dan kemampuan daya beli masyarakat. Dengan konsumsi pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi ganda yaitu kekurangan dan kelebihan gizi.

Salah satu masalah kekurangan gizi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah adalah stunting yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun juga terhadap remaja putri yang merupakan calon ibu masa mendatang.

Dikatakan Panca, berbagai persoalan kesehatan juga dihadapi masyarakat dewasa ini akibat dari kelebihan gizi seperti kelebihan berat badan (Obesitas) yang rentan terhadap penyakit jantung, diabetes dan Iainnya. Konsumsi pangan yang kurang, juga dapat berdampak tidak baik terhadap kesehatan dan perkembangan tubuh manusia.

Salah satu upaya untuk mensosialisasikan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden nomor 22 tahun 2009, tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan berbasis sumber daya lokal, maka dilaksanakan melalui Lomba Cipta Menu (LCM) secara berjenjang mulai dari Tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

Melalui Lomba ini, diharapkan dapat memantapkan Kemandirian pangan lokal dan Pelestarian sumber daya alam, dengan memanfaatkan hasil potensi alam daerah, misalnya sagu, jagung, singkong, ubi jalar, pisang, sukun dan Iain-lain yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan proses pengolahan menjadi bahan pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi dan mampu meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan dapat membantu penambahan pendapatan rumah tangga. Untuk memotivasi masyarakat agar mau mengkonsumsi makanan sesuai Pola Pangan Harapan (PPH).

Panca mengharapkan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa, serta Organisasi Wanita yang ada untuk dapat memasyarakatkan betapa pentingnya konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman yang mengutamakan sumberdaya pangan lokal kepada seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi yang potensinya cukup besar perlu terus digalakkan dan dioptimalkan. Kami juga mengharapkan kepada Pemkab Kabupaten Muaraenim kepala OPD Pemerintah Muaraenim dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan Pangan agar senantiasa melakukan upaya-upaya maksimal untuk tetap dapat menjamin kemantapan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Muaraenim, baik yang berkaitan dengan produksi, ketersediaan, distribusi, dan keamanan pangan. Terutama dalam menyikapi perkembangan terkini di tingkat lokal, nasional maupun global.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muaraenim Mardalena, mengharapkan dengan hasil ini, masyarakat akan mampu untuk menumbuhkan memanfatkan barang lokal menjadi barang yang bergizi, seimbang, sehat dan aman.

” Alhamdulilah, pada lomba tersebut 90 persen bahannya sudah menggunakan bahan lokal,” tukas Mardalena.(azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts