Teheran, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan upaya mediasi tengah dilakukan oleh beberapa negara untuk mengakhiri perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara pada Jumat (20/3) dengan kantor berita Jepang Kyodo News yang dipublikasikan pada Sabtu (21/3), seraya menyatakan keterbukaan Iran terhadap setiap inisiatif untuk tujuan tersebut.
Dia mengatakan bahwa Iran tidak menginginkan gencatan senjata, “tetapi pengakhiran perang secara penuh, komprehensif, dan abadi,” seraya mengingatkan bahwa perang tersebut telah “dipaksakan” terhadap Iran.
Dia mengatakan bahwa serangan tersebut dimulai ketika Teheran sedang melakukan negosiasi nuklir dengan AS, seraya menambahkan bahwa respons Iran terhadap serangan AS-Israel merupakan bentuk pembelaan diri dan akan terus berlanjut selama diperlukan.
Terkait Selat Hormuz, dia mengatakan bahwa Iran tidak menutup jalur perairan tersebut, namun telah memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal milik negara yang terlibat dalam serangan anti-Iran.
Araghchi mengatakan bahwa Iran siap menjamin jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal negara lain melalui Selat Hormuz jika mereka berkoordinasi dengan Teheran.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.(xn)











