Menderita Gizi Buruk, Sinta Dirawat Intensif di RSUD Sobirin

Kondisi Sinta, bayi yang menderita gizi buruk dirawat intensif di Rumah Sakit Sobirin Kota Lubuklinggau.

Muarabeliti, Sumselupdate.com  -Keluarga pasangan Ipul (33) dan Siti (32),  warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas (Mura) hidup dalam keprihatinan.

Selain hidup serba keterbatasan, anak pasangan suami istri ini juga yang bernama Sinta (7), menderita gizi buruk dan mengalami cacat lantaran bibirnya sumbing.

Bacaan Lainnya

Kasus gizi buruk ini terungkap ketika Sinta dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Sobirin Kota Lubuklinggau dari Puskesmas BTS Ulu Cecar, Kamis (14/7).

Saat ditangani pihak medis, kondisi Sinta terlihat sangat kurus dan selalu menangis. Berat badannya hanya 2,3 kilogram dan panjangnya 49 sentimeter.

Meski diberi ASI, Shinta terlihat sangat gelisah. Kendati juga diberikan melalui sendok makan tetap tidak ditelan.

Siti, ibu dari bocah malang into hanya terlihat diam saja, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya, ia terus memandangi buah hatinya sesekali terlihat air matanya menetes membasahi pipinya.

Bahkan beberapa saudaranya yang coba menghiburnya seolah tak dihiraukannya, ia hanya fokus coba menenangkan anaknya yang menangis secara terus menerus semenjak dipasang infus, berbagai upaya ia lakukan termasuk menggendongnya agar buah hatinya tersebut diam.

Siti datang ke RS Sobirin mengantar Sinta didampingi berapa saudaranya, perwakilan pihak Puskesmas BTS Ulu Cecar serta camat BTS Ulu.

Hanya saja ayah Sinta tidak bisa hadir mengantar buah hatinya dan diwakili oleh pamannya Reali.

Paman Sinta, Reali (38) diketahui kalau keponakannya tersebut diduga mengalami gizi buruk, saat dirinya bersama dengan keluarganya berkunjung untuk silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri  pada Rabu (6/7).

“Ketika kita coba gendong Sinta, kita terkejut, lantaran berat badannya sangat ringan ditambah lagi keadaan Sinta yang sangat kurus padahal umurnya sudah 7 bulanan,” ungkapnya.

Lalu, dirinya langsung menanyakan keadaan bungsu dari enam bersaudara tersebut kepada kedua orangtuanya.

Kemudian dirinya berinisiatif langsung melaporkan keadaan Sinta kepada pemerintah desa Sembatu Jaya agar mendapat perhatian, supaya Sinta dapat ditangani.

Di tempat yang sama Bidan Desa,Sembatu Jaya, Sulastri Bidan, mengatakan, sebelum Sinta dibawa ke RS Sobirin, Sinta mendapat pertolongan pertama terlebih dahulu.

Ia juga menerangkan kalau melihat kondisi kesehatan Sinta sebenarnya norman-normal saja sama seperti bayi pada umumnya, bahkan tangisnya saat menangis seperti bayi yang sehat, hanya saja ketika menyusui ia susah menelan ASI lantaran bibirnya yang sumbing.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Mura Yudi Pratama menyayangkan kejadian tersebut.

Menurut dia, informasi terkait adanya warga yang terkena gizi buruk di BTS Ulu Cecar, sudah terdengar dari beberapa waktu lalu, hanya saja pemerintah kabupaten lamban untuk meresponnya.

“Sekarang bukan saatnya menyalahkan berbagai pihak terkait masalah ini, tapi mari sama-sama kita tangani secara bersama, apalagi kesembuhan anak tersebut jauh lebih baik,” ujarnya. (ain)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.