Melawan Petugas, Pelaku Curanmor yang Meresahkan Warga Sukarame Palembang Diterjang Pelor

Tersangka Defri Ramadhansyah saat diperiksa intensif di Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kamis (22/4/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) yang dilakukan Defri Ramadhansyah (22), warga Perumahan Bulu Jadongan, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, untuk sementara terhenti sudah.

Bacaan Lainnya

Defri Ramadhansyah disergap petugas di kediamannya, Selasa (20/4/2021), sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun dalam penyergapan itu, pelaku berusaha mengecoh dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Tak mau mengambil risiko, Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur. Tersangka mencium bumi setelah kaki kirinya ditembus pelor yang dilesakkan petugas.

Ditemui di ruang riksa, tersangka Defri Ramadhansyah mengakui telah beberapa kali melakukan pencurian motor di wilayah Sukarame Palembang

Aksi pencurian sepeda motor yang dilakukannya dan rekannya (DPO) sering dilakukan di Jalan Kolonel H Burlian KM 7 Palembang.

“Kalau aku yang metik motornya teman aku (DPO). Sedangkan yang satunya (rekan pelaku DPO –red) berperan menunggu di atas motor. Kalau di KM 7 sudah tiga kali, di tempat lain dua kali jadi lima kali kami mencuri motor itu,” kata Defri, Kamis (22/4/2021).

Defri mengaku, sepeda motor hasil curian dijualnya kepada penadah yang sudah menunggu senilai Rp2 juta.

Bahkan diakui pelaku beraksi ketika ada pesanan sepeda motor dari orang yang mau membeli kendaraan roda dua hasil curiannya.

Berbekal kunci T, pelaku melakukan aksinya di siang hari sembari melihat kondisi sekitar yang dalam keadaan sepi.

“Memang sepi tempat kami mencuri motor itu, motor yang kami gunakan itu motor teman. Setelah berhasil motor curian itu aku jual dua juta, uangnya untuk beli baju,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christoper Panjaitan melalui Kanit 5, Kompol Sukri A Rivai mengatakan, komplotan pelaku sudah lima kali beraksi melakukan pencurian sepeda motor.

“Pelaku ini merupakan sindikat pencurian sepeda motor. Pelaku beraksi setiap ada pesanan seseorang yang ingin sepeda motor merek tertentu,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.