Masyarakat Sebagai Pemakai Layanan Referensi dalam Sebuah Perpustakaan  

Nadya Ramadhani (Mahasiswi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang)

PERPUSTAKAAN merupakan salah satu tempat yang sangat berguna, penting serta bermanfaat bagi pembelajaran masyarakat sepanjang masa, karena tersedia fasilitas yang menarik untuk memperoleh atau menimba ilmu pengetahuan yang luas dan berkualitas.

Perpustakaan sebagai salah satu lembaga/institusi merupakan salah satu wahana information resourch: knowledge resourch yang keberadaannya diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bacaan Lainnya

Di dalam sebuah perpustakaan terdapat beberapa jenis pelayanan pengguna salah satunya adalah pelayanan referensi.

Bertitik-tolak dari kondisi ini, penelitian ini mencoba untuk mencari tahu bagaimana masyarakat memanfaatkan jasa refrensi yang ada didalam sebuah perpustakaan, dan apa saja peran masyarakat dalam mengembangkan sebuah perpustakaan.

Pengertian Perpustakaan

Jika disebut perpustakaan orang akan membayangkan adanya ruangan yang berisi buku-buku atau mungkin yang terbayang adanya sekumpulan buku di suatu ruangan.

Dari pernyataan di atas, setidaknya ada dua unsur dalam perpustakaan yaitu ruangan dan sekumpulan buku.

Anggapan demikian tidaklah salah, terutama anggapan lama yang menyatakan perpustakaan adalah gudang buku. Seseungguhnya di perpustakaan ada banyak unsur untuk menunjang dan mendukung sebuah perpustakaan.

Yang kita tau istilah perpustakaan itu sendiri adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainya yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual (Sulistyo Basuki:1991,3)

Pengertian Masyarakat

Max Weber mengartikan masyarakat sebagai struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

Pengertian Layanan Referensi

Layanan adalah sebuah rangkaian kegiatan yang terjadi dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbentuk jasa. Adapun pengertian referensi dalam KBBI yaitu sumber acuan, rujukan, dan petunjuk. Sedangkan menurut Lasa (1995:33) menyimpulkan bahwa referensi sering pula diartikan dengan acuan, rujukan, sebab jenis koleksi ini sengaja dipersiapkan untuk memberikan informasi, penjelasan dalam hal-hal tertentu.

Mungkin informasi itu meliputi kata, pokok masalah, tempat, pustaka, nama tokoh, petunjuk, ukuran, dan lain sebagainya.

Tujuan Layanan Referensi

Tujuan dan fungsi pelayanan referensi harus diperhatikan oleh pustakawan yang bertugas di perpustakaan.

Hal ini sangat diperlukan mengingat kebutuhan pengguna yang beragam dan bervariasi menuntut kebutuhan yang maksimal dari pustakawan, sehingga pelayanan yang dirasakan pengguna sesuai dengan yang diinginkan.

Adapun tujuan layanan referensi adalah sebagai berikut:

– Mengarahkan pemakai perpustakaan menemukan informasi yang dibutuhkan dengan tepat dan cepat.

– Memampukan pemakai perpustakaan menelusur informasi dengan menggunakan berbagai pilihan sumber informasi yang lebih luas.

– Memampukan pemakai perpustakaan menggunakan setiap koleksi bahan pustaka referensi dengan tepat guna.

Jenis Layanan Referensi Dasar (Pokok)

Ada tiga jenis layanan referensi dasar (pokok) yang pada teorinya digolongkan secara terpisah, tetapi pada prakteknya terkadang dilakukan secara bersama-sama,

Ketiga jenis layanan referensi tersebut adalah layanan informasi, layanan pembelajaran (instructional), dan layanan bimbingan (guidance).

Jenis Koleksi Referensi

Sumber informasi yang menjadi koleksi referensi dapat dikatagorikan dalam tiga bentuk yaitu:

Sumber prime: monograf, disertasi, manuskrip, laporan hasil seminar/lokakarya dan sebagainya

Sumber sekunder: ensiklopedia, kamus, handbook, direktori, buku tahunan, biografi, abstrak, bibliografi, indeks, sumber geografi.

Sumber tesier: bahan terapan dari sumber primer yang berbentuk buku teks.

Cara Masyarakat Memanfaatkan Jasa Layanan Referensi

Menurut Chulsum (2006:154), “Cara adalah aturan melakukan sesuatu, perbuatan untuk mengerjakan sesuatu, cara atau jalan untuk menyelesaikan pekerjaan”.

Masyarakat memanfaatkan jasa layanan referensi dengan cara sebagai berikut :

Meminjam. Biasanya pengguna melakukan peminjaman melalui meja sirkulasi perpustakaan setelah mendapatkan buku yang ia inginkan.

Membaca di tempat. Bagi pengguna yang memiliki waktu luang cenderung membaca di ruang baca perpustakaan.

Mencatat informasi dari buku. Terkadang pengguna hanya melakukan pencatatan informasi yang ia dapat dari koleksi. Dengan cara seperti ini, pengguna mendapatkan informasi ringkas tentang berbagai masalah dari beberapa buku berbeda.

Memperbanyak (menggunakan jasa foto copy). Dengan memanfaatkan fasilitas mesin foto copy, pengguna dapat memiliki sendiri informasi-informasi yang ia inginkan.

Cara seperti ini biasanya dilakukan oleh pengguna yang memiliki waktu terbatas untuk ke perpustakaan.

Cara-cara yang ditempuh oleh pengguna tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya waktu, kenyamanan dan materi.

Peran Masyarakat dalam Pengembangan Perpustakaan

Keberadaan perpustakaan muncul karena kebutuhan masyarakat akan informasi, dan harus dipertahankan serta dikembangkan secara berkesinambungan, agar informasi yang dikelola semakin kondusif dengan memperhatikan dinamika perkembangan pengatahuan pada masyarakat itu sendiri.

Masyarakat harus tetap terlibat dalam setiap program-program yang direncanakan perpustakaan, sehingga masyarakat akan merasa ikut memiliki terhadap keberadaan perpustakaan itu sendiri.

Strategi ini akan membawa perpustakaan semakin baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan yang diberikan untuk mensejahterakan masyakat secara luas.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka kebutuhan masyarakat akan informasi semakin beragam.

Dalam laju arus informasi ini, keingintahuan masyarakat semakin tinggi, kehausan akan informasi secara akurat dan cepat.

Apabila keinginan-keinginan masyarakat seperti ini dapat terpenuhi, maka peran perpustakaan dengan koleksi dan fasilitas yang dimiliki dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. (**)

Nadya Ramadhani dan Ahmad Wahidi, SAg, SIP, MPdI (Mahasiswi S1 Ilmu Perpustakaan dan Dosen Universitas Negeri Islam Raden Fatah Palembang)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.