Masyarakat Empat Lawang Gotong Royong Pasca Banjir Bandang

Masyarakat gotong royong membersihkan Siring Agung

Laporan : Alparisi

Tebingtinggi, Sumselupdate.com – Pasca banjir bandang di Empat Lawang beberapa waktu lalu, banyak rumah penduduk hanyut. Sebagian bergeser letaknya, dan sedikitnya 897 rumah dimasuki air berlumpur dan material lainnya berupa sampah kayu.

Read More

Rumah yang masuki lumpur dan sampah tersebar di Muara Sindang 35 unit, Padang Bindu 125 unit, Muara Rungge 171 unit, Padang Gelai 470 unit, Lawang Agung 46 unit dan Bandar Agung 50 unit.

Yang tidak kalah dasyatnya sebanyak 516 lahan pertanian ikut disapu banjir, 216 petak diantaranya rusak parah.

Ada 2 sekolah yang ikut tergenang dan terancam ambruk. Berbagai upaya yang dilakukan membersihkan rumah maupun fasilitas umum, baik adanya bantuan pemerintah maupun gotong royong dari masyarakat.

Di Lawang Agung masyarakat memperbaiki pintu air di Siring Agung dan Ayek Gesik, masyarakat di Padang Gelai secara bersama-sama memperkuat pinggiran sungai agar tidak tergerus air dan memperbaiki aliran sungai agar tidak masuk ke areal persawahan secara liar sehingga merusak lahan dan masuk ke pemukiman.

Pemerintah Provinsi Sumsel menurunkan satu backoe loader membersihkan SD Negeri 2 Paiker dan ruas jalan dari lumpur dan material lainnya mulai dari Muara Rungge sampai Talang Randai.

Masyarakat hingga saat ini masih khawatir dengan intensitas hujan yang setiap hari turun.

Malam Sabtu (05/11) masyarakat di Muara Rungge dan Padang Gelai sudah khawatir karena air Sungai Ayek Kegho kembali meluap masuk ke perkarangan rumah, bahkan beberapa rumah sudah dimasuki air.

“Ya benar, masyarakat sekarang membersihkan sisa banjir,” ujar Camat Paiker, Noperman Subhi.

Kepala Desa Padang Gelai Hermanto pun bersama-sama masyarakat memperbaiki aliran sungai agar tidak liar dan masuk ke desa. Begitu juga Kepala Desa Muara Rungge dan Lawang Agung sibuk memantau dan mengantisipasi luapan air masuk ke pemukiman.

Juli Agustoni, Ketua Karang Taruna berharap ada solusi yang jitu menyelesaikan banjir yang selalu menghantui masyarakat Paiker, tidak cukup dengan membangun bronjong atau tembok penahan air. Harus menyentuh perilaku masyarakat yang membuka lahan pertanian dibukit dan diduga ada juga ilegal logging.

Saatnya pemerintah terjun melihat kondisi wilayah ulu (Talang Padang) sebagai sumber air utama 13 sungai yang ada di Paiker, terutama Sungai Ayek Kegho.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.